Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ayo Mengenal Sedikit soal Reaper dan Su-27 Flanker, Pelaku Insiden Drone di Laut Hitam

📅 Jumat, 17 Mar 2023, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Mengenal Sedikit soal Reaper dan Su-27 Flanker, Pelaku Insiden Drone di Laut Hitam Doc: Antara/Defense Visual Information Distribution Ser
Ket. Sebuat Reaper MQ-9 dari Wing Serang Ke-163 Angkatan Udara Amerika Serikat mendarat di March Air Reserve Base, California, Amerika Serikat, 5 April 2017.

Jakarta - Mengenal dua pelaku indisen di Laut Hitam. Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada Kamis merilis video rahasia mengenai detik-detik pesawat tak berawak MQ-9 Reaper ditabrak pesawat tempur Rusia Su-27 Flanker di atas Laut Hitam dua hari lalu.

Dalam video tersebut, sebuah Su-27 Rusia mendekati MQ-9 dan membuang bahan bakar di dekat pesawat tak berawak itu. Kemudian, Su-27 lainnya menabrak drone itu sampai tautan video dari drone tersebut terputus.

Insiden membuat Amerika Serikat dan Rusia bersitegang serta membuat dunia khawatir bisa memicu konfrontasi terbuka antara AS dan Rusia yang sudah berseteru hebat dalam perang di Ukraina.

Apa MQ-9 dan apa pula Su-27? Berikut ulasannya dari laman The Guardian dan laman Encyclopedia Britannica.

MQ-9 Reaper

Reaper adalah pesawat tak berawak besar yang diproduksi General Atomics.

Drone ini dioperasikan dari jarak jauh oleh dua orang, yang terdiri dari pilot dan awak yang mengoperasikan sensor dan memandu senjata. Semua awak pengendalinya ada di daratan Amerika Serikat, sekalipun operasinya di mana saja.

Drone ini memiliki panjang 11 meter dengan rentang sayap 22 meter.

Fungsi utamanya adalah mengumpulkan data intelijen, tapi juga bisa menembakkan rudal dengan ketepatan sangat tinggi. Reaper bisa membawa 16 rudal Hellfire yang setara dengan kapasitas muatan helikopter serang AH-64 Apache.

Reaper bisa terbang di atas ketinggian 15 km dan dapat memantau target selama 24 jam.

Reaper adalah penerus Predator yang sudah dipensiunkan pada 2017 dan terkenal semasa perang di Irak dan Afghanistan.

Saat ini Amerika Serikat adalah pembeli terbesar Reaper di mana Angkatan Udara AS memiliki kontrak pengadaan 366 Reaper sejak 2007, dengan harga per unit 28 juta dolar AS (Rp432 miliar).

Negara-negara lain yang mengoperasikan Reaper adalah Inggris, Prancis, Italia, Spanyol, India, Jepang, dan Belanda.

Su-27 Flanker

Sukhoi Su-27 pertama kali masuk skuadron tempur pada 1985 untuk angkatan udara Uni Soviet. Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menamai pesawat ini dengan kata sandi "Flanker".

NATO menamai pesawat-pesawat tempur Soviet sesuai dengan fungsinya. Kata sandi yang dimulai F untuk pesawat tempur (F untuk Fighting), misal Su-27 Flanker dan Mig-35 Fulcrum. Sebaliknya untuk bomber dimulai dengan huruf B (Bomber), misal Tu-22M Backfire.

Flanker mampu terbang dalam kecepatan dua kali kecepatan suara dan bisa terbang sampai sejauh 3.000 km dengan ketinggian terbang maksimum 18 km.

Pesawat ini dipersenjatai dengan rudal udara ke udara berpandu inframerah, roket udara ke darat, bom konvensional, bom kluster, dan senapan mesin kaliber 30mm.

Pesawat ini produksi Sukhoi yang desainnya dibuat pada 1969 sebagai jawaban untuk pesawat tempur F-15 Eagle milik Amerika Serikat.

Su-27 dibuat sebagai pesawat pencegat jarak jauh yang ditenagai mesin turbofan kembar dan luar biasa lincah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.