Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Australia Dominasi 200 M Gaya Bebas

📅 Rabu, 31 Jul 2024, 06:58 WIB | Oleh:
Australia Dominasi 200 M Gaya Bebas Doc: Manan VATSYAYANA / AFP
Ket. O’Callaghan meraih medali emas I Atlet Australia, Mollie OíCallaghan (kiri) berlaga di final nomor renang gaya bebas 200m putri pada Olimpiade Paris 2024 di Paris La Defense Arena, Nanterre, Paris, Selasa (30/7). O’Callaghan meng­ungguli rekan senegaranya Ariadne Titmus, untuk meraih medali emas ­Olimpiade

PARIS - Perenang Australia Mollie O'Callaghan, mengungguli rekan senegaranya Ariadne Titmus, untuk meraih emas Olimpiade nomor 200 m gaya bebas putri, Selasa (30/7). Di perlombaan lain perenang muda Kanada Summer McIntosh meraih juara nomor 400 m gaya ganti perorangan putri.

Dalam perlombaan yang berlangsung di La Defense Arena, perenang Rumania, David Popovici, memenangkan gaya bebas 200 m putra. Thomas Ceccon dari Italia menang gaya punggung 100 m putra. Tatjana Smith asal Afrika Selatan meraih medali emas dengan kemenangan menegangkan di nomor 100 m gaya dada putri.

O'Callaghan dikenal karena kecepatannya menjelang finis dan itu kembali terlihat. Siobhan Haughey asal Hong Kong memimpin saat melewati 150 meter dengan Titmus di belakangnya. O'Callaghan kemudian melesat untuk merebut emas dengan catatan waktu memecahkan rekor Olimpiade 1:53.27.

Juara bertahan dan pemegang rekor dunia Titmus, yang memenangkan gelar 400 m hari Sabtu, berada di urutan kedua dengan catatan waktu 1:53.81 dan Haughey di posisi ketiga. "Sungguh suatu kehormatan bisa bersama semua orang, dan bersaing dengan Arnie. Dia berlomba seperti binatang buas," ujar O'Callaghan.

Ini medali emas Olimpiade keempat atlet berusia 20 tahun itu. Tetapi yang pertama dalam nomor individu setelah tampil mengesankan sebagai perenang estafet di Tokyo. Sejak itu dia berkembang dengan memenangkan nomor 100 m dan 200 m kejuaraan dunia 2023. Dia juga memecahkan rekor dunia 200 m milik legenda Italia, Federica Pellegrini, yang sudah berusia 14 tahun, sebelum Titmus mengambilnya di bulan Juni.

McIntosh juga menambah reputasinya yang sudah bersinar dengan tampil dominan nomor 400 m gaya ganti perorangan putri. Perenang asal Toronto berusia 17 tahun yang memegang rekor dunia itu melaju ke finis dengan catatan waktu 4:27.71. dia mengungguli pasangan Amerika Serikat Katie Grimes (4:33.40) dan Emma Weyant (4:34.93).

Itu medali kedua perenang Kanada itu di Paris. Dia juga meraih perak di belakang Titmus di nomor 400 m gaya bebas. Dia juga favorit untuk memenangi nomor 200 m gaya ganti dan pesaing serius nomor 200 m gaya kupu-kupu. McIntosh, yang melakoni debut Olimpiade di Tokyo saat berusia 14 tahun, senang dengan hasil yang diraihnya.

"Sangat senang bisa menyelesaikan tugas, berdiri di puncak podium dan mendapatkan medali emas. Saya benar-benar hanya mencoba menikmati setiap momen," ujarnya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Emas Senam

Dari cabang olahraga senam, Daiki Hashimoto menunjukkan keajaiban di akhir kompetisi untuk membawa Jepang meraih emas di kategori tim. Ini gelar tim kedelapan yang memperpanjang rekor Jepang dan menebus kegagalan di Olimpiade Tokyo. Tiongkok meraih perak dan AS perunggu, mengungguli Inggris.

Tiongkok favorit setelah mendominasi kualifikasi dan hanya perlu menjaga ketenangan di putaran terakhir dari enam rotasi untuk meraih kemenangan. Namun atlet Tiongkok Su Weide terjatuh dua kali di palang horizontal. Dia memberikan peluang tak terduga bagi Jepang untuk menyalip.

Dalam penutupan yang mendebarkan di Bercy Arena, Hashimoto, juara serba bisa dan palang horizontal di Tokyo tiga tahun lalu, akhirnya menemukan bentuknya. Atlet berusia 22 tahun itu beraksi untuk menghasilkan penampilan luar biasa dan membawa Jepang menang dengan selisih hanya 0,532 poin dengan total poin keseluruhan 259,594.

Hashimoto, yang dijuluki "Mr Infinite Stamina" mengatakan, Saya memiliki banyak dalam pikiran. Tetapi ketika naik ke panggung, dia hanya berkonsentrasi untuk penampilan. Dia merasa seluruh tim berada di belakangnya.

Hashimoto bergabung di podium teratas bersama rekan setimnya Kazuma Kaya, Shinnosuke Oka, Wataru Tanigawa, dan Takaaki Sugino. Su dan tim Tiongkok sangat kecewa karena hampir meraih kemenangan "Saya pikir ini mengajarkan pelajaran besar dan penyesalan besar," ujarnya.ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.