Ekspor Kopi Indonesia Tetap Tumbuh Di Tengah Tarif Impor 19 Persen AS
📅 Rabu, 13 Agu 2025, 17:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Getty Images
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) memberlakukan tarif impor sebesar 19 persen untuk kopi asal Indonesia, kebijakan yang menurut pelaku industri lokal justru akan lebih merugikan pembeli di AS ketimbang produsen Indonesia. Kebijakan ini berlaku sejak 7 Agustus dan menyasar salah satu komoditas pertanian ekspor paling berharga bagi Indonesia.
Meskipun demikian, eksportir kopi Indonesia tetap optimistis mempertahankan posisi di pasar internasional. AS yang menjadi konsumen kopi terbesar di dunia tidak memproduksi komoditas tersebut secara domestik dan sepenuhnya bergantung pada impor dari negara seperti Brasil, Vietnam, Kolombia, dan Indonesia.
“Semua yang mereka minum itu impor. Tarif ini seharusnya tidak terjadi dan idealnya harus nol," kata Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto dalam wawancara daring dengan B-Universe Media Holdings, Rabu.
Pranoto mengungkapkan bahwa anggota Tim Perunding Kebijakan Perdagangan AS telah mengirim surat kepada Donald Trump untuk meminta agar kopi tidak dimasukkan dalam daftar barang yang dikenai tarif. Surat yang dikirim tiga minggu lalu itu menegaskan bahwa kopi sebelumnya menjadi satu-satunya komoditas pertanian tanpa bea masuk.
Ia berharap pemerintah AS mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut, mengingat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mendorong penerapan tarif nol persen untuk produk yang tidak diproduksi suatu negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mereka akan tetap membayar pajak itu karena rasa dan kualitas yang kami hasilkan tidak tergantikan,” ujarnya, menekankan keunggulan kopi arabika Sumatra yang menjadi andalan roaster di AS.
Pranoto menilai tarif ini kemungkinan akan menaikkan harga bagi konsumen Amerika, namun keunggulan kompetitif Indonesia akan meminimalkan dampaknya bagi petani dan eksportir lokal.
“Ini lebih menjadi masalah bagi mereka ketimbang bagi kami,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor kopi Indonesia melonjak 76,33 persen pada 2024 menjadi US$1,6 miliar. AS menjadi pasar terbesar, diikuti Mesir, Malaysia, dan Belgia. Ekspor ke AS meningkat dari 36,6 juta ton pada 2023 menjadi 44,3 juta ton pada tahun lalu, dengan nilai yang naik dari US$215,5 juta menjadi US$307,4 juta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!