Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Dampak Tarif AS terhadap Sektor Ekspor, Berikut Ini Stratetegi Pemerintah 

📅 Selasa, 08 Apr 2025, 18:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Dampak Tarif AS terhadap Sektor Ekspor, Berikut Ini Stratetegi Pemerintah  Doc: ANTARA/M Baqir Idrus Alatas
Ket. Tangkapan virtual Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (8/4/2025).

JAKARTA - Kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) bisa membawa sejumlah dampak yang perlu diwaspadai Indonesia. Barang ekspor unggulan Indonesia seperti tekstil, alas kaki, karet, elektronik, dan furniture berisiko dikenakan tarif lebih tinggi jika dianggap tidak adil terhadap produk AS. Hal itu bisa menurunkan daya saing produk Indonesia di pasar AS.

Selain itu, kebijakan tarif resiprokal bisa menciptakan ketidakpastian ekonomi, yang menurunkan minat investor asing, baik dari AS maupun negara-negara lain yang memandang stabilitas perdagangan sebagai faktor penting.

Untuk itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan menyiapkan kebijakan untuk membantu sektor-sektor yang terdampak tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS).

“Pemerintah akan menyiapkan kebijakan untuk membantu sektor-sektor yang terdampak akibat tarif resiprokal dari Amerika, terutama di sektor-sektor padat karya,” ucapnya dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (8/4).

Berdasarkan catatan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), beberapa produk ekspor Indonesia akan terdampak akibat dari kebijakan ini adalah tekstil, garmen, alas kaki, kemudian palm oil. Secara total, ada 10 produk ekspor Indonesia yang akan terdampak tarif resiprokal AS.

Untuk menanggapi kebijakan AS tersebut, Indonesia disebut telah menyiapkan proposal untuk negosiasi tarif dengan Amerika yang dapat diimplementasikan dan menjawab keinginan Negeri Paman Sam.

Pada Kamis (17/4), delegasi Indonesia yang terdiri dari Kementerian Koordinator Perekonomian, Dewan Ekonomi Nasional, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, dan Dewan Ekonomi Nasional, dinyatakan akan bertemu dengan beberapa pejabat dari AS untuk melakukan negosiasi atas tarif resiprokal terhadap Indonesia sebesar 32 persen.

Pembicaraan non formal dengan Amerika juga telah dilakukan sesuai arahan Presiden.

“Kita perang bersama-sama, kita satu tim. Nah, itu kita dengarkan dan kita tangkap bagaimana cara kita melawan keadaan seperti ini, dan ini saya pikir kita sangat bangga bahwa teman-teman dari asosiasi memberikan masukan-masukan yang sangat konkret,” ungkap dia.

Salah satu kebijakan yang diterapkan Indonesia guna menghadapi tarif impor AS adalah deregulasi dengan tujuan memangkas ekonomi berbiaya tinggi, sehingga meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar internasional.

Langkah ini disebut telah diputuskan oleh Presiden dan didukung kebijakan counter-cyclical pemerintah untuk meminimalkan dampak negatif perang dagang terhadap perekonomian domestik.

Dengan deregulasi, penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) diharapkan agar segera kelar karena akan memperluas pasar produk Indonesia hingga Eropa. Kebijakan ini juga memudahkan penyebaran produk Indonesia ke Amerika, Tiongkok, hingga negara-negara yang termasuk dalam BRICS (Brazil, Russia, India, Tiongkok, South Africa)

“Saya kira kita bisa meng-absorb dampak tarif 32 persen yang diterapkan oleh Amerika,” kata Ketua DEN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

10 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.