Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aktivis Mahasiswa-Pemuda Unjuk Rasa Desak Revisi Tunjangan DPRD Bekasi

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 06:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aktivis Mahasiswa-Pemuda Unjuk Rasa Desak Revisi Tunjangan DPRD Bekasi Doc: ANTARA
Ket. Akivis mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Badan Parlemen Pemuda dan Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Bundaran Patung Golok, kompleks perkantoran Pemkab Bekasi, Selasa (16/9/2025).

KABUPATEN BEKASI – Puluhan aktivis mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Badan Parlemen Pemuda dan Mahasiswa (BPPM) menggelar aksi unjuk rasa mendesak revisi kebijakan fiskal berkaitan tinggi nominal tunjangan DPRD Kabupaten Bekasi.

"Gelombang protes di sejumlah daerah adalah bentuk partisipasi rakyat dalam menjalankan fungsi check and balance. Pemerintah Pusat, DPR RI hingga sejumlah daerah sudah sepakat melakukan efisiensi dengan memangkas tunjangan. Semangat itu seharusnya juga berlaku di Kabupaten Bekasi," kata koordinator aksi Jaelani Nurseha di depan Bundaran Patung Golok Kompleks Pemkab Bekasi, Selasa (16/9).

Polemik kebijakan fiskal ini mencuat setelah terbit Peraturan Bupati Bekasi nomor 11 tahun 2024 tentang hak keuangan anggota dewan, termasuk tunjangan perumahan dan transportasi yang dinilai tidak selaras dengan kondisi riil masyarakat.

Mengacu regulasi itu, tunjangan perumahan anggota DPRD Kabupaten Bekasi diberikan setiap bulan dalam bentuk uang, dipotong pajak sesuai ketentuan perundangan dengan rincian Ketua DPRD menerima Rp41,7 juta, wakil ketua Rp40,2 juta dan anggota Rp36,1 juta per bulan.

Ketentuan serupa yang tertuang dalam pasal 18 turut mengatur besaran tunjangan transportasi DPRD antara lain Rp21,2 juta untuk ketua serta Rp17,3 juta bagi wakil ketua serta anggota.

Apabila dikalkulasikan, total beban APBD hanya untuk tunjangan rumah dan transportasi 55 anggota DPRD Kabupaten Bekasi mencapai puluhan miliar rupiah setiap tahun, belum termasuk tunjangan lain anggota legislatif.

Berdasarkan analisis BPPM, Perbup Bekasi 11/2024 itu bukan aturan baru, melainkan revisi dari Perbup 63/2019 serta Perbup 19/2022. Meski ada sedikit penurunan, jumlah pendapatan ini masih dianggap terlalu tinggi dan tidak proporsional dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

"Ini bentuk budgetary politics di mana eksekutif dan legislatif lebih mementingkan kepentingan mereka sendiri ketimbang kebutuhan publik," katanya.

Jaelani menyebut Kabupaten Bekasi sebagai pusat industri nasional dengan potensi ekonomi besar idealnya mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat namun kondisi rill masyarakat masih belum menunjukkan ke arah itu.

"Bahkan banyak sekolah yang belum layak, fasilitas kesehatan minim, lingkungan tercemar dan banjir masih sering terjadi. Tapi DPRD tetap menerima tunjangan besar. Ini jelas tidak berpihak kepada rakyat," katanya.

Menurut dia DPRD Kabupaten Bekasi sebagai representasi rakyat seharusnya turun langsung melihat realitas lapangan, bukan hanya duduk di kursi dewan dengan menikmati tunjangan besar.

"Kami mendesak DPRD dan Pemkab Bekasi meninjau ulang kebijakan fiskal agar anggaran benar-benar diprioritaskan untuk kesejahteraan rakyat. Bekasi harus maju, bangkit, dan sejahtera, bukan sekadar jadi lumbung industri. Sudah saatnya Pemda dan DPRD berpihak penuh kepada rakyat," ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Usup Supriatna yang menemui pengunjuk rasa mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap tunjangan legislatif dengan mengacu ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Kami atas nama DPRD Kabupaten Bekasi menerima aspirasi kawan-kawan mahasiswa, duduk bareng bersama mereka. Tadi juga kami terbuka dan kami tentu akan mengevaluasi sesuai peraturan. Terima kasih rekan-rekan mahasiswa sudah menyampaikan aspirasi dengan aksi secara tertib, damai dan tidak anarkis," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

39 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.