Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aksi Mogok Dokter Terus Berlanjut, Korsel Beralih ke Dokter Asing

📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aksi Mogok Dokter Terus Berlanjut, Korsel Beralih ke Dokter Asing Doc: AP/Ahn Young-joon
Ket. Para dokter melakukan unjuk rasa menentang kebijakan medis pemerintah di Seoul, Korea Selatan, pada 3 Maret 2024.

SEOUL -Korea Selatan akan mengizinkan dokter asing bekerja di rumah sakitnya setelah melalui proses pemeriksaan yang ketat, kata perdana menteri Korsel pada Jumat (10/5 ). Aksi mogok petugas medis junior tidak meunjukkan tanda-tanda berakhir.

Ribuan orang berhenti bekerja pada 20 Februari untuk memprotes rencana pemerintah untuk melatih lebih banyak dokter, sehingga menyebabkan kekacauan di rumah sakit.

Pemerintah, yang telah menawarkan beberapa kelonggaran untuk upaya mengakhiri kebuntuan, mengatakan pada minggu ini bahwa dokter dengan izin medis asing akan diizinkan untuk berpraktik di negara tersebut, untuk mengurangi gangguan layanan.

Setelah langkah tersebut diumumkan, ketua Asosiasi Medis Korea (KMA), Lim Hyun-taek, membagikan tangkapan layar laporan berita tentang dokter Somalia yang baru lulus dengan komentar: "Segera Hadir."

Postingan tersebut, yang kemudian dihapus, memicu kritik luas di dunia maya dan sangat tidak pantas serta "jelas rasis", kata Kim Jae-heon, sekretaris jenderal sebuah organisasi non-pemerintah yang menganjurkan perawatan medis gratis, kepada AFP.

Postingan tersebut "mengeksploitasi Islamofobia dan stereotip terhadap negara-negara berkembang", katanya.

Perdana Menteri Han Duck-soo mengatakan pada hari Jumat, pemerintahnya akan memastikan "memiliki sistem keamanan menyeluruh untuk mencegah dokter yang tidak memenuhi syarat (dengan izin asing) merawat warga kami".

Pemerintah terjebak dalam perselisihan yang berkepanjangan dengan para dokter junior, yang menolak untuk kembali ke rumah sakit, meskipun kementerian kesehatan telah menawarkan untuk mengurangi usulan reformasi pelatihan medis pada 2025.

Para dokter yang mogok menolak tawaran tersebut, malah menuntut agar rencana menambah lebih banyak dokter dibatalkan seluruhnya. Pemerintah Korsel memandang penting rencana penambahan tersebut untuk mengatasi kekurangan dan merawat populasi yang menua dengan cepat.

Pertentangan mengenai rencana medis pemerintah saat ini sedang berlangsung di Pengadilan Tinggi Seoul, para dokter dan mahasiswa kedokteran berusaha membuktikan bahwa rencana tersebut tidak diperlukan, sementara Kementerian Kesehatan berupaya untuk menegakkan rencana pemerintah tersebut.

Pengadilan administratif telah memenangkan pemerintah dan Pengadilan Tinggi Seoul diperkirakan akan menyampaikan keputusannya minggu depan, menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

33 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.