Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aksi Demo Tewaskan 105 Orang, Bangladesh Berlakukan Jam Malam dan Kerahkan Militer

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aksi Demo Tewaskan 105 Orang, Bangladesh Berlakukan Jam Malam dan Kerahkan Militer Doc: Yahoonews/AP/Rajib Dhar
Ket. Mahasiswa bentrok dengan polisi antihuru-hara saat protes terhadap sistem kuota untuk pekerjaan pemerintah, di Dhaka, Bangladesh, Kamis, 18 Juli 2024.

DHAKA - Bangladesh pada hari Jumat (19/7) mengumumkan pemberlakuan jam malam dan pengerahan pasukan militer setelah polisi gagal meredakan kerusuhan mematikan yang telah menyebar ke seluruh negeri.

Bentrokan antara demonstran mahasiswa dan polisi telah menewaskan sedikitnya 105 orang, menurut hitungan AFP atas korban yang dilaporkan oleh rumah sakit, dan menimbulkan tantangan besar bagi pemerintahan otokratis Perdana Menteri Sheikh Hasina setelah 15 tahun berkuasa.

"Pemerintah telah memutuskan untuk memberlakukan jam malam dan mengerahkan militer untuk membantu otoritas sipil," kata sekretaris pers Hasina, Nayeemul Islam Khan kepada AFP.

Ia menambahkan jam malam akan segera berlaku.

Polisi di ibu kota Dhaka sebelumnya mengambil langkah drastis melarang semua pertemuan publik pada hari itu -- pertama sejak protes dimulai -- dalam upaya untuk mencegah lebih banyak kekerasan.

"Kami telah melarang semua demonstrasi, prosesi dan pertemuan publik di Dhaka hari ini," kata kepala polisi Habibur Rahman kepada AFP. Tindakan tersebut diperlukan untuk memastikan "keselamatan publik".

Namun hal itu tidak menghentikan putaran konfrontasi lainnya antara polisi dan pengunjuk rasa di sekitar kota besar yang berpenduduk 20 juta orang itu, meskipun ada pemblokiran internet yang bertujuan menggagalkan pengorganisasian unjuk rasa.

"Protes kami akan terus berlanjut," kata Sarwar Tushar, yang bergabung dalam pawai di ibu kota dan mengalami luka ringan saat pawai dibubarkan secara kasar oleh polisi, kepada AFP.

"Kami ingin Sheikh Hasina segera mengundurkan diri. Pemerintah bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut."

Para mahasiswa yang berunjuk rasa menyerbu sebuah penjara di distrik Narsingdi, Bangladesh bagian tengah dan membebaskan para narapidana sebelum membakar fasilitas itu, kata seorang petugas polisi kepada AFP yang tidak mau disebutkan namanya.

"Saya tidak tahu jumlah narapidana, tetapi mungkin mencapai ratusan," tambahnya.

Setidaknya 52 orang tewas di ibu kota pada hari Jumat, menurut daftar yang disusun oleh Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Dhaka dan dilihat oleh AFP.

Tembakan polisi menjadi penyebab lebih dari separuh kematian yang dilaporkan minggu ini, berdasarkan deskripsi yang diberikan kepada AFP oleh staf rumah sakit.

Kepala hak asasi manusia PBB Volker Turk mengatakan serangan terhadap pengunjuk rasa mahasiswa "mengejutkan dan tidak dapat diterima".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.