Akhirnya Terungkap, Diduga Dokumen Rahasia Bocor Terkait AS Danai Penelitian Virus Corona di Lab Wuhan
📅 Jumat, 10 Sep 2021, 15:30 WIB | Oleh: Zulfikar Ali Husen
Doc: istimewa
Bukti baru terkait investigasi penelitian terkait virus korona di Wuhan Institute of Virology, Tiongkok, jauh sebelum pandemi muncul. Negeri Paman Sam berada dibelakang pendanaan penelitian virus yang telah melumpuhkan ekonomi dunia.
Hasil temuan ini, memperkuat kecurigaan bahwa corona pertama kali muncul di lab Wuhan yang bocor bukan menular dari hewan ke manusia.
Terungkap oleh media AS, The Intercept, setelah dokumen-dokumen rahasia tersebut didapatkan yang berisi lebih dari 900 halaman.
Dokumen yang dirilis seiring dengan litigasi Undang-Undang Kebebasan Informasi oleh The Intercept terhadap National Institute of Helath (NIH), merupakan sebuah lembaga negara riset biomedis dan kesehatan publik AS.
Berkas tersebut, kini menyebutkan bahwa dana tersebut mengalir melalui lembaga nirlaba EcoHealth Alliance, sebuah organisasi kesehatan AS yang menggunakan uang federal untuk penelitian virus corona dari kelelawar di laboratorium Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini adalah peta jalan menuju riset berisiko tinggi yang bisa saja telah membawa kita ke pandemi yang sedang terjadi sekarang," kata Gary Ruskin, direktur eksekutif US Right To Know, sebuah kelompok yang sedang meneliti tentang asal-usul COVID-19.
EcoHealth Alliance disebut mendapatkan dana hibah sebesar total 3,1 juta dolar AS, dengan 599.000 dolar AS di antaranya dialirkan ke Institute Virologi Wuhan, China. Disebutkan pula dalam dokumen ada upaya ambisius dari presiden EcoHealth Alliance, Peter Daszak, untuk skrining ribuan sampel kelelawar guna mendapatkan virus corona baru.
Meski demikian, penelitian juga melakukan skrining terhadap orang-orang yang bekerja atau melakukan kontak erat dengan binatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari dokumen-dokumen itu menjabarkan beberapa detail penting ihwal penelitian di Wuhan, termasuk eksperimen yang melibatkan tikus yang direkayasa supaya punya gen, jaringan, sistem imun, atau bagian lain dari tubuh manusia.
Adapun eksperimen dilakukan di laboratorium level 3 di pusat eksperimen hewan Wuhan University--bukan Wuhan Institute of Virology.
Perlu diketahui, banyak ilmuwan khawatir perihal potensi bahaya yang bisa ditimbulkan dari eksperimen tersebut. Ironisnya, proposal itu juga mengakui bahwa proyek ini memang berbahaya.
"Pekerjaan lapangan melibatkan risiko tertinggi terpapar SARS atau CoV lainnya, saat bekerja di gua dengan kepadatan kelelawar yang tinggi di atas kepala dan potensi debu tinja untuk terhirup," tulis dokumen tersebut sebagaimana dikutip The Intercept.
Keterangan Richard Ebright, ahli biologi molekuler di Rutgers University, AS, dalam dokumen juga dijelaskan informasi penting soal riset yang dilakukan di Wuhan, termasuk penelitian tentang pembuatan virus corona baru.
"Virus yang mereka buat diuji kemampuannya untuk menginfeksi tikus yang direkayasa untuk menampilkan reseptor manusia dalam sel-selnya," kata Ebright yang sudah meninjau isi dokumen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!