Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Air Akan Menjadi Isu Utama Dalam Perundingan Iklim COP28

📅 Rabu, 08 Nov 2023, 00:16 WIB | Oleh:
Air Akan Menjadi Isu Utama Dalam Perundingan Iklim COP28 Doc: istimewa
Ket. Utusan khusus Belanda, Meike van Ginneken.

AMSTERDAM - Utusan Belanda untuk KTT Iklim PBB, Conference of the Parties 28 (COP-28), Meike van Ginneken, pada Senin (6/11) mengatakan air akan menjadi isu utama pada pertemuan tersebut, terkait cara mengatasi naiknya permukaan air laut, banjir, dan kekeringan.

"Fokus pada air pada perundingan mengenai perubahan iklim yang dimulai di Dubai itu merupakan pengakuan eksplisit bahwa dunia sudah harus menghadapi konsekuensi perubahan iklim," kata van Ginneken kepada AFP di sela-sela konferensi teknologi di Amsterdam.

Dikutip dari Agence France-Presse (AFP),Tajikistan dan Belanda, yang seperempat wilayahnya berada di bawah permukaan laut, telah ditunjuk untuk mengarahkan negosiasi mengenai air pada COP28.

Menurut penyelenggara KTT, negosiasi ini akan berpusat pada risiko dan peluang air mulai dari pertanian hingga pencegahan bencana.

Menurut data PBB, dunia telah kehilangan sekitar 85 persen lahan basahnya selama 300 tahun terakhir, dan menurut World Resources Institute yang berbasis di Amerika Serikat, sekitar empat miliar orang di seluruh dunia telah menghadapi kelangkaan air setidaknya selama satu bulan dalam setahun.

"Umat ????manusia tidak dapat beradaptasi dengan iklim pemanasan global tanpa mengubah cara mereka mengelola sumber daya air," kata Van Ginneken.

"(Ini) merupakan pengakuan eksplisit bahwa kita sudah menghadapi konsekuensi perubahan iklim," tegasnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, perundingan iklim tahunan PBB berfokus pada pencegahan pemanasan iklim bumi melebihi tingkat berbahaya dan tidak dapat dihentikan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Pada 2015, para pemimpin dunia berjanji, berdasarkan perjanjian iklim Paris, untuk membatasi kenaikan suhu rata-rata planet ini hingga sekitar 1,5 derajat Celcius.

"Sekarang kita perlu beralih ke 'adaptasi iklim', karena kita tahu bahwa suhu meningkat dan kita tahu bahwa perubahan iklim diwujudkan melalui air," kata Van Ginneken.

Negosiasi mengenai air pada COP28 akan berpusat pada tiga topik. Yang pertama adalah melestarikan dan memulihkan ekosistem air tawar; kedua, memastikan masyarakat perkotaan memiliki akses terhadap air berkualitas baik dan terlindungi dari bahaya air; dan yang ketiga, membuat produksi pangan lebih tahan terhadap kenaikan air laut, banjir, dan kekeringan.

"Belanda memiliki tradisi yang kuat dalam memperkenalkan pengetahuan kami kepada dunia," kata Van Ginneken kemudian kepada para delegasi pada pembukaan konferensi Aquatech 2023 di Amsterdam.

Konferensi empat hari ini akan dihadiri sekitar 800 peserta pameran dan lebih dari 20.000 pakar air untuk bertukar pengetahuan mengenai isu-isu seperti menghilangkan mikroplastik dari sumber air atau cara mendapatkan uang dari mendaur ulang air limbah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

43 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.