Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ada Apa Tiba-tiba Dua Kapal Perang Jerman Ini Akan Berlabuh di Jakarta

📅 Jumat, 20 Sep 2024, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ada Apa Tiba-tiba Dua Kapal Perang Jerman Ini Akan Berlabuh di Jakarta Doc: ANTARA/US Navy/Mike Banzhaf via Wikimedia Commons
Ket. Arsip foto - Kapal fregat Bayern milik AL Jerman terlihat selama latihan Operasi Baltik (BALTOPS), Juni 2008.

Jakarta - Dua kapal Jerman, yang berlayar di Samudra Pasifik dan Hindia pada Juni hingga November, akan berlabuh di Jakarta pada 26-29 September dalam rangka Indo-Pacific Deployment 2024 (IPD24).

Kedua kapal tersebut adalah fregat FGS Baden-Württemberg dan kapal pengisi bahan bakar FGS Frankfurt am Main.

"Indo-Pacific Deployment 2024 menegaskan komitmen Jerman terhadap kebebasan dan keamanan jalur pelayaran dan peningkatan kerja sama keamanan maritim dengan sahabat-sahabat Jerman di Asia Tenggara, termasuk Indonesia," kata Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, Ina Lepel dalam siaran pers Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Kamis.

Menurut pernyataan tersebut, Indo-Pacific Deployment (IPD24) menjadi operasi paling rumit yang pernah dilaksanakan Angkatan Laut Jerman.

Indonesia adalah mitra keamanan kunci bagi Jerman di Asia Tenggara dan keduanya adalah pendukung kuat tatanan internasional berbasis aturan, kata pernyataan itu.

Kerja sama militer antara kedua negara ditandai dengan berbagai proyek bilateral, program pelatihan dan latihan, serta pertukaran rutin di tingkat pejabat tinggi maupun pakar antara Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata masing-masing negara.

Satuan tugas Angkatan Laut Jerman akan mengelar latihan bilateral lepas pantai --yang dikenal sebagai PASSEX--bersama Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) pada 23-25 September mendatang.

Setelah bergabung dalam latihan RIMPAC (Rim Of The Pacific), latihan NOBLE RAVEN atas undangan Amerika Serikat-Jepang dan mengawasi pemberlakuan sanksi terhadap Korea Utara, kedua kapal tersebut melanjutkan pelayarannya dengan latihan gabungan bersama mitra-mitra keamanan di Asia Tenggara dan India.

Pengadaan kembali pelayaran satuan tugas maritim tersebut merupakan bagian implementasi Garis Haluan Indo-Pasifik yang diadopsi Pemerintah Federal Jerman pada 2020.

Sebelummya, Kapal fregat Bayern dari Jerman mengunjungi sejumlah negara di Asia Tenggara dalam Indo-Pacific Deployment pertama pada 2021.

Pemerintah Jerman berkomitmen mempertahankan tatanan internasional berbasis aturan dan kebebasan berlayar dalam kawasan, terutama dalam hal kebebasan jalur pelayaran dan keamanan maritim.

Dalam konteks tersebut, pengakuan mekanisme penyelesaian sengketa di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) menjadi sangat penting, seperti dikutip dari pernyataan Kedubes Jerman.

Jerman menyasar pendekatan inklusif terhadap keamanan regional, berkomitmen menjaga dialog seraya mencegah terbentuknya blok guna meningkatkan hubungan keamanan dan pertahanan dengan para mitra di kawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.