Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

4 Warga Badui Dirujuk ke RSUD Banten, Satu Orang Meninggal

📅 Jumat, 13 Des 2024, 08:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
4 Warga Badui Dirujuk ke RSUD Banten, Satu Orang Meninggal Doc: ANTARA/HO-SRI
Ket. Pasien warga Badui yang mendapatkan penanganan medis RSUD Banten yang dirujuk oleh Relawan Sahabat Indonesia (SRI).

LEBAK - Sahabat Relawan Indonesia (SRI) merujuk empat orang warga Badui karena kondisi tubuhnya melemah sehingga perlu mendapatkan pengobatan medis ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten dan satu di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

"Pasien warga Badui yang meninggal dunia itu akibat sesak pernapasan," kata Koordinator SRI Muhammad Arif saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Kamis (12/12).

SRI selama sepekan terakhir ini merujuk empat pasien warga Badui terdiri atas dua positif menderita Tuberkulosis atau TBC dan dua lainnya mengalami gangguan syaraf.

Dari empat pasien yang dirujuk ke RSUD Banten itu, satu di antaranya atas nama Asmari (65) warga Cihulu Desa Kanekes mengalami komplikasi TBC dan dua hari lalu dilaporkan meninggal dunia.

"Kita merujuk Asmari ke RSUD Banten itu karena kondisinya sudah parah sehingga petugas medis berupaya dengan memberikan bantuan alat pernapasan tabung itu," katanya menjelaskan.

Menurut dia, saat ini juga pasien warga Badui atas nama Casiah (50) warga Batu Beulah Desa Kanekes dan kini menjalani pengobatan.

Kemungkinan mereka hari ini bisa dipulangkan ke Badui setelah mendapatkan pengobatan dari petugas medis RSUD Banten.

Namun, pengobatan TBC harus ditindaklanjuti oleh petugas medis puskesmas pendamping pemukiman Badui, sebab pengobatan TBC harus rutin minum obat selama 6 bulan tanpa putus.

Sedangkan, dua pasien yang mengalami syaraf di antaranya Misnah (22) warga Batu Beulah Desa Kanekes masih menjalani perawatan medis.

"Kami berharap ketiga pasien warga Badui segera lekas sembuh usai menjalani pengobatan medis," kata Arif.

Menurut dia, pihaknya sudah beberapa kali melakukan rujukan pasien warga Badui ke RSUD Banten yang kebanyakan penyakit yang menonjol di antaranya TBC, persalinan ibu dan bayi, gigitan ular berbisa jenis ular tanah serta penyakit kulit.

Namun, pihaknya kerapkali menggelar kegiatan bakti sosial dengan melibatkan dokter dari Pertamina juga Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Serang dan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Unjani Bandung.

Kegiatan bakti sosial itu dengan melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat Badui di pedalaman masyarakat tanah hak ulayat adat.

Selain itu juga SRI memiliki tiga pos kesehatan desa (poskesdes) untuk masyarakat Badui antara lain Poskesdes Cijahe, Nangerang, dan Ciboleger.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

34 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.