Angkat Trauma Keluarga Tionghoa-Indonesia, Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang 28 Januari 2027
Sabtu, 07 Nov 2026, 16:25 WIB | Oleh: Haryo Brono“Empati dapat tumbuh ketika seseorang bersedia memahami pengalaman dan perasaan orang lain, termasuk tantangan kehidupan yang muncul akibat perbedaan identitas,” ujar dia pada kesempatan tersebut.
Dalam pernyataan penyutradaraannya, Ismail menyebut film ini lahir dari keinginan untuk memberikan ruang bagi suara komunitas Tionghoa-Indonesia yang kerap menjadi objek pertentangan dalam politik identitas dan wacana publik.
“Persoalan paling mendasar yang perlu diperjuangkan bukan semata pengakuan terhadap identitas kelompok, melainkan hak setiap manusia untuk hidup secara setara,” paparnya.
Melalui karakter Encek dan keluarganya, ia ingin mengajak penonton memahami pengalaman traumatis yang dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Meski Encek merupakan tokoh fiksi, pengalaman hidupnya merepresentasikan sejumlah realitas yang dialami keluarga keturunan Tionghoa-Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Film ini juga berupaya menggambarkan bagaimana seseorang dapat berusaha menghentikan siklus trauma dan mengubah arah kehidupan keluarganya, meskipun harus menghadapi berbagai kehilangan dan penderitaan dalam proses tersebut.
Ismail berharap film ini dapat menjadi bagian dari dialog yang lebih sehat dan manusiawi di tengah keluarga Indonesia. Ia juga ingin karya tersebut menjadi ruang untuk membangun pemahaman lintas identitas, tanpa menghilangkan fungsinya sebagai tontonan yang menghibur.
Ferry Salim Perankan Encek
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam film ini, Ferry Salim dipercaya memerankan Encek, tokoh utama yang menjalani kehidupan sebagai seorang duda lanjut usia dengan kesepian dan kenangan masa lalu. Encek bukanlah sosok laki-laki tua yang selalu marah-marah, egois, atau tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.
“Bagi saya, dia adalah seorang laki-laki yang sudah cukup lama dan berat memikul beban hidupnya di dunia ini,” tuturnya.
Ia berharap cerita tersebut dapat menyentuh penonton, terutama dalam mengingatkan pentingnya hubungan antara anak dan orang tua. Ia juga mengajak penonton yang menyaksikan film ini untuk pulang ke rumah dan menghubungi orang tua mereka, sekadar menanyakan kabar dan memastikan keadaan mereka.
Sementara itu, Nicholas Anderson dan Jessy Davita hadir sebagai pemeran muda yang masing-masing memerankan Encek dan Encim pada masa muda. Keduanya mengawali keterlibatan dalam film melalui proses audisi terbuka sebelum akhirnya terpilih mendapatkan peran. Melissa Karim turut bergabung sebagai pemeran Encim, istri Encek.
Kehadiran para pemeran dari generasi berbeda menjadi bagian penting dalam membangun perjalanan cerita, terutama untuk menggambarkan hubungan masa lalu dan masa kini dalam kehidupan keluarga tersebut.

Para personal film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang berfoto bersama poster resmi. (Koran Jakarta/Haryo Brono)
Menuju Bioskop Jelang Imlek 2027
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!