Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Marapi Erupsi 7 November 2026, Abu Vulkanik Menyebar di Sungai Pua Agam.

7 Sabtu, 07 Nov 2026, 14:08 WIB | Oleh:
Gunung Marapi Erupsi 7 November 2026, Abu Vulkanik Menyebar di Sungai Pua Agam. Gunung Marapi Erupsi 7 November 2026, Abu Vulkanik Menyebar di Sungai Pua Agam. Doc: Antara Foto
Ket. Gunung Marapi di Sumatera Barat saat mengalami erupsi. Gunung aktif berlevel Waspada itu kembali mengalami erupsi pada Sabtu (7/11) pagi dengan sebaran abu vulkanik terpantau di Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam.

Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengalami erupsi pada 7 November 2026 pukul 09.55 WIB dengan sebaran abu vulkanik terlihat menyebar di daerah Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam.

"Hujan abu vulkanik kami rasakan di Nagari Sariak, Sungai Pua. Sangat mengganggu penglihatan dan membuat nafas sesak," kata Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Sariak Ismail Damar di Bukittinggi, Sabtu.

Ia mengatakan material abu menutupi sebagian besar lahan pertanian dan kebun milik warga yang berada di lereng Gunung Marapi tersebut.

Sementara Wali Jorong (Kepala Dusun) daerah setempat Ismail mengatakan memilih berlindung di dalam pondok untuk menghindari paparan abu vulkanik yang mengganggu aktivitas di luar ruangan.

"Saya saat ini sedang di kebun, untuk sementara berlindung saja di dalam pondok. Hujan abu mengganggu aktivitas," kata dia.

Sejalan dengan itu, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ahmad Rifandi mencatat erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 15,6 mm dan durasi sekitar 48 detik.

"Tinggi kolom abu akibat erupsi tersebut tidak teramati dari pos pengamatan. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada)," kata dia.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan pihak terkait demi mengantisipasi dampak dari aktivitas vulkanik.

Ia menegaskan masyarakat, pendaki, pengunjung, maupun wisatawan dilarang keras memasuki atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman lahar, terutama saat terjadi hujan di wilayah puncak.

"Jika terjadi hujan abu vulkanik, warga diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna mencegah bahaya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)," ujarnya.

Ia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

"Masyarakat diminta selalu mengacu pada arahan resmi dari Pemerintah Daerah setempat terdampak yaitu Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Status Tahanan Rumah Najib ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.