Underpass Bitung Dikebut, Mampukah Pangkas Kemacetan Saat Lebaran?
Jumat, 06 Nov 2026, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
TANGERANG – Pembangunan underpass Bitung di Kabupaten Tangerang menjadi salah satu upaya strategis untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan konektivitas di kawasan yang terus berkembang sebagai pusat aktivitas industri, perdagangan, dan permukiman.
Proyek infrastruktur tersebut diharapkan tidak sekadar memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Namun, efektivitasnya akan sangat ditentukan oleh integrasi dengan jaringan jalan di sekitarnya serta kemampuan pemerintah mengantisipasi pertumbuhan volume kendaraan agar pembangunan tidak hanya memindahkan titik kemacetan.
Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten memproyeksikan pembangunan proyek infrastruktur underpass Bitung, Kabupaten Tangerang, akan rampung 100 persen dan menjalani proses Provisional Hand Over (PHO) pada 25 Februari 2027.
Plt Kepala Balai BPJN Banten, Indra Gunawan di Tangerang, Jumat (6/11), mengatakan bahwa melalui PHO yang ditargetkan tahun depan tersebut, maka seluruh infrastruktur siap difungsikan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1448 Hijriah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau target Lebaran, memang ini sudah fungsional melalui PHO nanti pada 25 Februari 2027 dijadwalkan selesai," katanya.
Ia mengungkapkan, proyek senilai Rp87,3 miliar ini menjadi solusi strategis dalam mengurai kemacetan parah serta menekan derajat kejenuhan arus kendaraan secara signifikan di kawasan Bitung, Kabupaten Tangerang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk progres sampai dengan saat ini dari rencana 70,725 persen, realisasinya sudah 70,737 persen atau masih mencatatkan deviasi positif 0,012 persen," ujarnya.
Dia juga menjelaskan, pembangunan underpass Bitung dengan masa pelaksanaan 480 hari kalender sejak dimulainya pekerjaan pada 3 November 2025 tersebut telah dikerjakan secara maksimal sesuai dengan mekanisme yang sebelumnya telah dirancang.
Di mana, lanjutnya, pelaksanaan proyek mencakup panjang penanganan total 1.729 meter, terdiri atas struktur underpass sepanjang 350 meter dan jalan pendekat (approach road) sepanjang 1.379 meter.
"Konstruksi memanfaatkan teknologi secant pile hingga kedalaman 18 meter, struktur beton FC 30 Megapascal (MPa), perkerasan beton FS 4,5 MPa, serta penataan sistem drainase kawasan," ungkapnya.
Ia merinci, berdasarkan kajian teknis, kehadiran underpass Bitung mampu menurunkan volume-capacity ratio (V/C ratio) atau tingkat kejenuhan jalan secara drastis dari angka 0,96 (kategori macet total) menjadi 0,58 (kategori lancar).
"Penataan titik konflik persimpangan juga dipangkas menjadi dua titik utama guna menjamin keamanan pengguna jalan," paparnya.
Indra bilang, setelah rampung dan melalui proses PHO di tahun depan, infrastruktur ini akan langsung memasuki fase uji coba selama 30 hari kalender, yang mana selama masa pengujian pihaknya akan membuka underpass untuk dilalui kendaraan, sekaligus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi potensi perbaikan jika ditemukan kendala di lapangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!