Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Rahasia Industri Petrokimia RI Biar Nggak Tumbang Dihajar China

6 Jumat, 06 Nov 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Selain batu bara, industri juga mulai melihat potensi limbah sawit sebagai sumber bahan baku alternatif. Fajar mengatakan, tandan kosong kelapa sawit dapat diolah menjadi metanol.

Butuh kepastian kebijakan

Fajar menilai pengembangan feedstock berbasis sumber daya lokal membutuhkan kepastian kebijakan agar investasi dapat berjalan dalam jangka panjang.

“Secara keekonomian memang sudah masuk, cuma daya tahannya (endurance) butuh dukungan kebijakan pemerintah. Investasinya kalau sudah ada payung hukumnya yang jelas (head-to-head dengan energi fosil), pasti investasi itu akan masuk,” katanya.

Berdasarkan paparan dari Kemenperin, Kementerian Perindustrian juga mencatat sejumlah rencana investasi industri kimia berbasis gas bumi. Salah satunya proyek PT Pupuk Kalimantan Timur dengan rencana produksi soda ash 300 ribu ton per tahun dan ammonium chloride 300 ribu ton per tahun dengan target komersialisasi 2028. Kemudian, PT Pupuk Kalimantan Timur juga berencana untuk membangun methanol dengan kapasitas 730 ribu ton per tahun, tetapi masih mengupayakan untuk mendapatkan alokasi gas bumi jangka panjang.

Selain itu terdapat rencana pengembangan kawasan industri petrokimia Teluk Bintuni dengan kapasitas metanol 900 ribu ton per tahun, serta proyek amonia-urea Fak-Fak dengan kapasitas amonia 825 ribu ton per tahun dan urea 1,155 juta ton per tahun.

Pengembangan feedstock alternatif juga dinilai relevan untuk memenuhi kebutuhan produk petrokimia tertentu yang memiliki prospek pertumbuhan.

Untuk Super Absorbent Polymer (SAP), misalnya, kapasitas industri nasional saat ini sekitar 90 ribu ton per tahun dan direncanakan meningkat menjadi 140 ribu ton per tahun pada 2027. Dengan kebutuhan domestik sekitar 100 ribu ton per tahun, tambahan kapasitas tersebut membuka peluang untuk memenuhi pasar dalam negeri sekaligus mengembangkan ekspor.

Di sisi lain, pemerintah dan industri juga melihat pentingnya kepastian pasokan gas dan bahan baku dalam jangka panjang. Kementerian Perindustrian mendorong perpanjangan dan perluasan HGBT, evaluasi kuota dan biaya tambahan, serta pencarian alternatif pasokan gas dengan harga yang lebih kompetitif.

Dengan kombinasi kebijakan insentif, diversifikasi feedstock, penguatan pasokan energi dan percepatan investasi, industri petrokimia diharapkan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi dinamika pasar global sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap penguatan industri manufaktur nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Sudin SDA Jakarta Pusat Nor...
Rona
Mark Lee Rilis Single Terba...
Rona
Kris Dayanti Ajak Musisi Di...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.