Jangan Biarkan Bali Selatan Mendominasi, Buleleng Dorong Pemerataan Ekonomi
Jumat, 06 Nov 2026, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-Dokumentasi Pribadi
BULELENG – Mendorong pemerataan ekonomi daerah menjadi tantangan penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketimpangan pembangunan antarwilayah menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya diikuti pemerataan akses terhadap infrastruktur, investasi, lapangan kerja, dan sumber daya produktif.
Karena itu, kebijakan pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan investasi, tetapi juga harus mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal, memperkuat UMKM, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas konektivitas antarwilayah.
Tanpa distribusi manfaat pembangunan yang lebih merata, pertumbuhan ekonomi nasional berisiko terus terkonsentrasi di wilayah tertentu dan memperlebar kesenjangan kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Buleleng, Bali, membutuhkan penguatan konektivitas, pariwisata berkualitas dan nilai tambah dari hilirisasi sektor kelautan, perikanan dan pertanian untuk mendorong pemerataan ekonomi Pulau Dewata.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tantangan ekonomi Bali saat ini aktivitas ekonomi masih terkonsentrasi di wilayah Bali selatan,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni di Singaraja, Bali, Jumat (6/11).
Menurut dia, pengembangan Bali Utara merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi Pulau Dewata secara keseluruhan, agar manfaat pembangunan yang dapat dirasakan di seluruh wilayah Bali.
Untuk mendorong penguatan ekonomi Bali Utara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengadakan Balinomics, forum diskusi yang menjadi katalis sinergi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan dan pemerataan ekonomi di Bali.
Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani menekankan pentingnya penciptaan nilai tambah komoditas unggulan daerah khususnya di Bali Utara sebagai langkah pemerataan ekonomi, termasuk mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.
Pasalnya, konsentrasi ekonomi di Bali selatan tercermin dari kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali Selatan yaitu Denpasar, Badung dan Gianyar (Sarbagia) mencapai 58 persen terhadap PDRB Bali.
Realisasi penanaman modal juga terkonsentrasi di tiga kabupaten itu mencapai Rp30,49 triliun dengan menguasai pangsa 81,64 persen sepanjang 2026.
Sementara itu, salah satu pengusaha dalam diskusi itu Alisjahbana Haliman mengungkapkan, Bali memiliki banyak komoditas unggulan yang dibutuhkan pasar domestik dan internasional mulai dari kopi, rumput laut, anggur.
Meski begitu, Ali menegaskan, yang masih menjadi pekerjaan rumah untuk meningkatkan nilai tambah adalah memperkuat rantai nilai mulai dari jaminan mutu, keberlanjutan pasokan dan perluasan pasar.
Selama ini, Kabupaten Buleleng dikenal sebagai penghasil produk perkebunan, hortikultura hingga perikanan.
Saat ini konektivitas Bali Selatan-Utara tersambung melalui proyek jalan pintas/short cut yang beberapa titik sudah rampung dan sisanya dalam proses pengerjaan.
Meski begitu, salah satu kunci konektivitas Bali Selatan-Utara yang belum terealisasi yaitu kereta api sesuai yang tertera dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 2 tahun 2023.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!