Bukan Anak yang Menyesuaikan Sekolah, Wira's Playroom Terapkan Pembelajaran Individual
Jumat, 06 Nov 2026, 12:50 WIB | Oleh: Haryo BronoMengintegrasikan Pendidikan dan Dukungan Perkembangan Anak Berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan, Wira's Playroom dikembangkan sebagai ruang pendidikan yang menyediakan dukungan individual bagi anak dengan kebutuhan perkembangan yang beragam.
Lembaga ini bernaung di bawah Yayasan Saraswati Wira Bhakti dan mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini serta sekolah dasar. Selain kegiatan pembelajaran, tersedia pula dukungan terapi dan perkembangan anak yang dirancang secara terintegrasi.
Pendekatan tersebut ditujukan untuk mendukung perkembangan anak secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi, interaksi sosial, kemandirian, dan keterampilan lainnya.
Melalui lingkungan belajar yang aman, hangat, dan menyenangkan, Wira's Playroom berupaya menciptakan ruang bagi anak untuk belajar tanpa tekanan mengikuti standar perkembangan yang seragam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Filosofi lembaga ini terangkum dalam semboyan “Where Every Child Belongs, and Learning Feels Like Play”. Prinsip tersebut menekankan bahwa setiap anak memiliki tempat, diterima sebagai individu, dan memperoleh kesempatan belajar melalui pendekatan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Mendorong Pendidikan Inklusif Lebih Luas Kehadiran Wira's Playroom juga mencerminkan upaya memperluas pemahaman mengenai pendidikan inklusif di Indonesia. Pendidikan yang mengakomodasi keberagaman kebutuhan anak dinilai penting agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan berkembang tanpa dibatasi perbedaan kemampuan maupun cara belajar.
Ke depan, Sara dan Reshma berharap pendekatan pendidikan yang dikembangkan Wira's Playroom dapat terus disempurnakan dan berpotensi diterapkan di wilayah lain di Indonesia.
Melalui pengembangan tersebut, keduanya ingin mendorong semakin banyak lingkungan pendidikan yang tidak hanya membuka pintu bagi anak berkebutuhan khusus, tetapi juga menyediakan dukungan nyata sesuai kebutuhan perkembangan mereka.
Dengan demikian, pendidikan inklusif tidak berhenti pada penerimaan anak di lingkungan sekolah. Lebih dari itu, sekolah perlu membangun sistem pembelajaran yang memberikan ruang bagi setiap anak untuk mengenali kemampuan, mengembangkan potensi, dan tumbuh dengan kepercayaan diri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!