Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketergantungan Beras Mengakar, Hilirisasi Sagu Didorong Jadi Alternatif Pangan

5 Kamis, 05 Nov 2026, 13:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketergantungan Beras Mengakar, Hilirisasi Sagu Didorong Jadi Alternatif Pangan Ketergantungan Beras Mengakar, Hilirisasi Sagu Didorong Jadi Alternatif Pangan Doc: ANTARA/ Penina F Mayaut.
Ket. Ekowisata hutan sagu di Negeri Rutong, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon menjadi objek wisata edukasi yang dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara.

JAKARTA – Hilirisasi sagu nasional menjadi peluang strategis untuk memperkuat diversifikasi pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, terutama di wilayah penghasil sagu.

Selama ini, potensi sagu belum dimanfaatkan secara optimal karena masih terbatasnya pengolahan, infrastruktur, teknologi, dan akses pasar.

Karena itu, pengembangan industri hilir sagu perlu diarahkan tidak sekadar meningkatkan produksi bahan baku, tetapi juga mendorong diversifikasi produk olahan, memperkuat keterlibatan petani dan UMKM, serta membangun rantai pasok yang berkelanjutan.

Tanpa dukungan ekosistem industri dan kepastian pasar, hilirisasi berisiko berhenti sebagai agenda peningkatan produksi tanpa dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong hilirisasi sagu nasional untuk meningkatkan nilai tambah, memperkuat industri pengolahan, menarik investasi, serta mendukung diversifikasi pangan menuju kemandirian pangan Indonesia.

Sarmuji mengatakan sagu memiliki potensi besar sebagai komoditas strategis, karena dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, mulai dari pangan hingga bahan baku industri.

"Sagu kita sedemikian banyak, ini adalah tanaman asli Indonesia penghasil pati yang memiliki potensi besar sebagai sumber bahan baku makanan, karbohidrat alternatif," kata Sarmuji saat membuka kegiatan Sago Business Forum 2026, di Jakarta, Kamis (5/11).

Menurutnya, sagu merupakan tanaman asli Indonesia yang memiliki kandungan pati tinggi dan berpotensi menjadi sumber karbohidrat alternatif, karena memiliki karakteristik bebas gluten serta banyak diminati masyarakat.

Ia menjelaskan pengembangan sagu tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi bahan mentah, tetapi juga perlu diarahkan pada pengolahan berbagai produk turunan untuk menciptakan nilai tambah.

Sarmuji menyebut sagu dapat diolah menjadi berbagai produk pangan seperti mi, beras analog, pasta, biskuit, dan bahan olahan lainnya yang memiliki peluang pasar semakin luas.

Selain sektor pangan, pengembangan hilirisasi sagu juga mencakup produk nonpangan seperti bio-packaging dan bioetanol yang dapat memperluas pemanfaatan komoditas tersebut secara lebih optimal.

Menurut Sarmuji, pemanfaatan sagu secara menyeluruh dapat mendukung penerapan ekonomi sirkular, karena limbah padat maupun cair hasil pengolahan masih dapat dimanfaatkan kembali.

Ia menambahkan limbah sagu berpotensi diolah menjadi pakan ternak, bahan bakar biogas, serta berbagai produk lain, sehingga pengembangan industri sagu dapat berjalan dengan prinsip minim limbah.

Sarmuji menilai Indonesia memiliki modal besar dalam pengembangan industri sagu, karena mempunyai sumber daya sagu terbesar dunia dengan sebaran wilayah produksi yang luas.

Wilayah penghasil sagu seperti Seram Bagian Timur, Kepulauan Meranti, Nias, dan Mentawai dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat industri pengolahan berbasis komoditas lokal.

Ia menegaskan pengembangan sagu menjadi bagian dari upaya memperkuat diversifikasi pangan nasional, karena ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada beras, tetapi juga sumber pangan alternatif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Uni Eropa Selidiki Motif Ho...
Megapolitan
PKK dan RPTRA Budi Daya Tan...
Luar Negeri
Libya Ukir Sejarah Baru Kin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

Gunung Merapi Berstatus Siaga, BPBD Sleman Tingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Bencana

05 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.