Derita Tanpa Akhir di RD Kongo, Usai Ebola Kini Wabah Kolera Mengamuk
Kamis, 05 Nov 2026, 15:52 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/Arsene Mpiana/Getty Images
MOSKOW - Republik Demokratik Kongo yang saat ini menghadapi penyebaran virus Ebola juga mengalami wabah kolera terburuk dalam beberapa dekade terakhir, kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus.
"Republik Demokratik Kongo juga sedang mengalami wabah kolera terburuk dalam beberapa dekade terakhir, dengan lebih dari 60.000 kasus dan 1.800 kematian dilaporkan sepanjang tahun ini," kata Ghebreyesus kepada para wartawan, Rabu (4/11).
Ia menambahkan bahwa terdapat risiko pencemaran Sungai Kongo yang dapat menyebabkan penularan virus hingga ke Ibu Kota Kinshasa.
Pada akhir Oktober, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa situasi kolera di Provinsi Tanganyika, tenggara RD Kongo, sangat mengkhawatirkan.
Sejak Januari 2026, tercatat lebih dari 6.300 kasus di wilayah tersebut, hampir 1.000 kasus lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Tanganyika termasuk wilayah yang melaporkan tingkat kematian akibat kolera tertinggi. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!