Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Tenun Sumba! Bukan Sekadar Karya Seni Budaya, Tetapi Ada Kecerdasan 'Etnomatematika' Dalam Motif-motifnya

1 Minggu, 01 Nov 2026, 18:36 WIB | Oleh:

Selain itu, bentuk segitiga juga banyak ditemukan pada berbagai ragam hias. Bentuk-bentuk geometris tersebut tidak hadir secara acak, melainkan tersusun mengikuti pola yang konsisten sehingga menghasilkan komposisi yang harmonis.

Konsep simetri tampak jelas pada sejumlah komposisi motif fauna. Motif manu (ayam), njara (kuda), dan mahang (singa) sering disusun secara berpasangan melalui prinsip pencerminan (mirror system). Pasangan motif tersebut biasanya ditampilkan saling berhadapan atau berlawanan secara seimbang sehingga memperlihatkan karakteristik simetri refleksi.

Selain simetri, terdapat pula konsep translasi dan repetisi. Berbagai elemen motif diulang pada permukaan kain sehingga membentuk irama visual yang khas. Pengulangan pola ini menjadi salah satu ciri yang membuat tenun Sumba tampak terstruktur sekaligus estetis.

Yang membuat temuan ini makin menarik adalah pertanyaan apakah para penenun tradisional mempelajari simetri atau transformasi geometri melalui pelajaran matematika formal?

Faktanya, keterampilan menenun itu diwariskan melalui pengamatan, latihan, dan pengalaman yang berlangsung selama bertahun-tahun.

Tanpa merujuk atau menggunakan istilah matematika, para penenun mampu menciptakan motif yang konsisten, seimbang, dan kaya makna. Mereka memahami pola melalui praktik budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam sudut pandang etnomatematika, inilah bentuk kecerdasan lokal yang tumbuh bersama tradisi masyarakat.

Warisan kecerdasan yang perlu dijaga

Kain tenun Sumba membuktikan bahwa warisan budaya tidak hanya menyimpan keindahan dan nilai sejarah. Di dalamnya juga tersimpan pengetahuan, kreativitas, dan cara berpikir yang mencerminkan kecerdasan masyarakat lokal.

Melalui motif-motif yang diwariskan selama berabad-abad, masyarakat Sumba telah menjaga sekaligus meneruskan pengetahuan yang kini dapat dibaca melalui perspektif etnomatematika.

Memahami tenun Sumba dari sudut pandang ini membuat kita melihat warisan budaya secara lebih utuh. Bukan sekadar karya seni yang indah dipandang, warisan itu juga menjadi bukti bahwa leluhur Nusantara memiliki kemampuan mengamati, memahami, dan mengorganisasi keteraturan ke dalam bentuk-bentuk visual yang kaya makna.

Di balik setiap motif yang ditenun, tersimpan warisan kecerdasan turun-temurun yang masih hidup hingga hari ini, sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan budaya Indonesia.

*) Praktisi media dan kehumasan dan Ketua Pelaksana Resona Saintek 2026 Universitas Kristen Maranatha. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

IQAir Catat Polusi Udara Jakarta Hari Ini Tinggi

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
IQAir Catat Polusi Udara Ja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.