Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Bikin Macet Demi Bebas Banjir, Wali Kota Eri Targetkan 5 Rumah Pompa Beroperasi 1 Desember

1 Minggu, 01 Nov 2026, 20:41 WIB | Oleh:
Bikin Macet Demi Bebas Banjir, Wali Kota Eri Targetkan 5 Rumah Pompa Beroperasi 1 Desember Bikin Macet Demi Bebas Banjir, Wali Kota Eri Targetkan 5 Rumah Pompa Beroperasi 1 Desember Doc: ANTARA/HO - Pemkot Surabaya
Ket. Pemkot Surabaya menggenjot pembangunan rumah pompa di kota setempat.

SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya menggenjot pembangunan lima rumah pompa baru yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 1 Desember 2026 guna mempercepat aliran air sekaligus mencegah potensi banjir saat memasuki musim penghujan. 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Minggu (1/11), mengatakan lima rumah pompa tersebut dibangun di kawasan Jalan Nginden Intan Timur, Panjang Jiwo, Dharmahusada, Tambak Segaran dan Tanjungsari.

"Keberadaan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sistem drainase, terutama di wilayah yang selama ini kerap mengalami banjir akibat keterbatasan kapasitas saluran," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya bersama jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) telah meninjau langsung perkembangan pembangunan lima rumah pompa tersebut untuk memastikan kapan pengerjaan itu rampung.

"Saya memastikan kapan pembangunan ini selesai. Setelah melalui proses commissioning atau pengujian operasional, insyaallah pada 1 Desember (2026) seluruh (lima) rumah pompa sudah beroperasi," katanya.

Ia mengatakan, target tersebut menjadi bentuk kepastian kepada masyarakat mengenai penyelesaian lima rumah pompa pengendali banjir yang tengah dikerjakan Pemkot Surabaya.

"Jadi, kalau warga Surabaya bertanya kapan pengerjaannya selesai, insyaallah pada 1 Desember semuanya sudah bisa beroperasi," katanya.

Lokasi pertama yang ditinjau adalah rumah pompa di kawasan Nginden Intan Timur. Infrastruktur ini disiapkan untuk mengurangi risiko banjir di kawasan Nginden Intan, Manyar Rejo, hingga Semolowaru.

Ia menjelaskan, selama ini aliran air dari kawasan tersebut harus menempuh jalur cukup panjang sebelum menuju Medokan Semampir. Untuk memperpendek jalur pengaliran, Pemkot Surabaya membangun rumah pompa di atas tanah milik Gereja Bethany Nginden.

"Kami membangun rumah pompa di atas tanah milik Gereja Bethany. Nantinya, aliran air yang menuju Medokan akan langsung di-shortcut (dipotong) menuju Kali Surabaya (Kali Jagir)," katanya.

Ia tidak menampik proses pembangunan di sejumlah lokasi sempat menimbulkan keluhan masyarakat karena berdampak terhadap kelancaran lalu lintas. Namun, ia meminta warga bersabar karena pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemkot untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi.

"Saya meminta warga untuk bersabar dan memahami proses pengerjaannya. Memang tidak ada pilihan lain. Kalau kita ingin Surabaya tidak banjir, pembangunan harus dilakukan di lokasi tersebut. Mudah-mudahan setelah pembangunan selesai, kawasan itu tidak lagi mengalami banjir," katanya.

Menurut dia, karakteristik geografis Surabaya dan kondisi sebagian besar saluran merupakan sungai irigasi. Hal itu yang kemudian membuat keberadaan rumah pompa menjadi salah satu infrastruktur penting dalam pengendalian banjir.

Selain itu, pembangunan hingga pelebaran saluran juga diperlukan agar mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal.

"Karena itu, kita harus membangun, memperbaiki, dan memperlebar saluran agar tidak terjadi banjir," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.