Denpasar Kembangkan Perpustakaan Kontainer di Lapangan Lumintang
Sabtu, 31 Okt 2026, 17:05 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Rolandus Nampu
DENPASAR -- Pemerintah Kota Denpasar, Bali memperluas akses layanan literasi masyarakat melalui pengembangan perpustakaan kontainer di Lapangan Lumintang yang ditargetkan mulai direalisasikan pada November 2026.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar Cokorda Gede Partha Sudarsana di Denpasar, Sabtu, mengatakan pengembangan tersebut, tindak lanjut arahan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa untuk memperluas pelayanan perpustakaan di ruang terbuka.
"Jadi sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota, kami melakukan pengembangan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk perpustakaan kontainer," ujarnya.
Perpustakaan kontainer di Lapangan Lumintang direncanakan berlokasi di sebelah selatan air mancur dan di sebelah barat area permainan anak. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memberikan alternatif ruang membaca bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan taman kota.
Sebelumnya, Pemkot Denpasar menghadirkan layanan perpustakaan di sejumlah ruang publik, di antaranya Taman Jagaraga Tegal dan Lapangan Puputan. Penambahan di Lapangan Lumintang menjadi bagian dari upaya pemerataan pelayanan literasi di kawasan publik.
Selain pengembangan perpustakaan kontainer, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar juga menjalankan program Parta (Perpustakaan di Ruang Terbuka). Program ini dilaksanakan melalui layanan perpustakaan keliling dan perpustakaan kontainer yang menyasar sejumlah lokasi strategis.
Layanan perpustakaan keliling menjangkau permukiman, sekolah, serta berbagai ruang publik di Kota Denpasar.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan sekolah yang mengajukan permohonan agar layanan perpustakaan keliling hadir di lingkungan pendidikan mereka.
Menurut Partha Sudarsana, sejumlah sekolah bahkan secara langsung mengirimkan surat permohonan untuk mendapatkan layanan tersebut. Pelaksanaannya kemudian dijadwalkan oleh dinas sesuai dengan agenda pelayanan yang telah ditetapkan.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga mengembangkan kemudahan akses koleksi buku melalui pemanfaatan teknologi kode batang (barcode). Fasilitas ini memungkinkan masyarakat mengetahui koleksi buku yang tersedia tanpa harus terlebih dahulu datang ke perpustakaan.
Masyarakat cukup memindai barcode untuk melihat katalog koleksi buku. Apabila ingin meminjam buku, warga dapat memilih judul yang dibutuhkan melalui akses tersebut sebelum mendatangi perpustakaan.
"Begitu mengakses barcode, sudah terlihat bermacam-macam buku. Masyarakat tinggal memilih saja bukunya. Setelah itu datang ke perpustakaan dan petugas kami yang akan mencarikan buku. Begitu datang di perpustakaan, buku itu sudah ada," jelasnya.
Saat ini, Perpustakaan Kota Denpasar memiliki lebih dari 40.000 koleksi buku. Keberadaan koleksi tersebut juga menjadi salah satu alasan dinas secara rutin melaksanakan upacara peringatan Hari Saraswati setiap enam bulan sekali.
Ia mengatakan peringatan Hari Saraswati dimaknai sebagai momentum untuk menghormati ilmu pengetahuan yang menjadi pedoman manusia dalam memperoleh penerangan dan menjalani kehidupan.
Sebagai instansi yang mengelola perpustakaan dan kearsipan, pihaknya menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga dan mengembangkan pengetahuan melalui budaya membaca.
"Setiap enam bulan, setiap Hari Saraswati, kami wajib melaksanakan kegiatan Hari Saraswati ini," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!