Pemkab Natuna Libatkan Sekolah Dalam Melestarikan Warisan Budaya
Sabtu, 31 Okt 2026, 17:34 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Muhamad Nurman
NATUNA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau melibatkan satuan pendidikan dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah melalui pengenalan Geopark Nasional Natuna kepada peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna Ilham Kauli di Natuna, Sabtu, mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui penerbitan Surat Edaran Nomor 400.3.1/338/DISDIKBUD-UP1/X/2026 tentang Sosialisasi dan Pengenalan Geopark Nasional Natuna di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Melalui surat edaran tersebut, sekolah diarahkan untuk memperkenalkan Geopark Nasional Natuna melalui berbagai kegiatan, mulai dari pembiasaan harian, upacara bendera, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), hingga penyisipan materi Geopark dalam mata pelajaran yang relevan.
Selain itu, satuan pendidikan didorong mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler dan ko-kurikuler, kunjungan edukasi ke sejumlah geosite, serta muatan lokal bertema Geopark sesuai dengan kemampuan peserta didik.
Ilham menjelaskan Geopark memiliki tiga unsur utama, yakni geodiversity (keragaman geologi), biodiversity (keragaman hayati), dan cultural diversity (keragaman budaya). Ketiga unsur tersebut perlu dikenali, dijaga, dan dilestarikan oleh masyarakat, termasuk melalui lingkungan pendidikan.
Sebagai salah satu bentuk pengenalan dan pelestarian unsur budaya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Ranai Darat menggelar Pawai Budaya pada Sabtu pagi, dengan melibatkan seluruh siswa.
Pengenalan unsur Geopark Nasional Natuna kepada pelajar merupakan salah satu bentuk dukungan Pemkab Natuna untuk mendapatkan pengakuan UNESCO Global Geopark.
“Pada Geopark ada unsur geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity. Kita tidak hanya melihat, tetapi juga bisa menjaga dan melestarikan,” ucapnya.
Pawai Budaya tersebut dilepas langsung oleh Kepala Disdikbud Natuna Ilham Kauli di halaman SDN 007 Ranai Darat. Sebanyak 320 siswa dari 15 kelas turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Pawai dimulai dari SDN 007 Ranai Darat, melintasi Masjid Ibnu Salim Ranai Darat, kemudian kembali ke halaman sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengenakan pakaian adat serta busana yang mencerminkan berbagai profesi masyarakat lokal.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi untuk membentuk karakter peserta didik agar menghargai budaya, menjunjung tinggi sopan santun, serta menghormati guru, orang tua, dan sesama teman.
"Dari pemahaman itu, tentunya akan muncul sifat dan sikap integritas sebagai jati diri anak bangsa, sehingga memahami berbagai persoalan yang ada di masyarakat dengan melihat berbagai keragaman budaya," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!