Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

DKPP Kota Madiun Tekan Inflasi Lewat Program Pangan Murah

31 Sabtu, 31 Okt 2026, 17:17 WIB | Oleh:
DKPP Kota Madiun Tekan Inflasi Lewat Program Pangan Murah DKPP Kota Madiun Tekan Inflasi Lewat Program Pangan Murah Doc: ANTARA/HO-DKPP Kota Madiun
Ket. Petugas DKPP Kota Madiun dan Pemprov Jatim menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di i Kampung Jepang, Kelurahan Banjarejo Kota Madiun.

MADIUN -- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur terus berupaya menekan inflasi dengan rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah lokasi secara bergiliran.

"Melalui kegiatan GPM, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pangan pokok dengan harga lebih murah sekaligus mendukung ketersediaan pasokan dan pengendalian harga pangan di Kota Madiun," ujar Kepala DKPP Kota Madiun Jemakir di Madiun, Sabtu.

Menurutnya, gerakan pangan murah tersebut merupakan bentuk sinergisitas antara pemerintah kota dengan lembaga lain, di antaranya Pemprov Jatim, dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan serta menjaga ketahanan pangan daerah.

"Kegiatan GPM juga sebagai upaya mendukung keterjangkauan harga pangan serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," katanya.

Jemakir menambahkan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), dinasnya memastikan ketersediaan pangan di Kota Madiun dalam kondisi aman dan terkendali.

Dengan demikian, Pemkot Madiun juga terus berupaya menstabilkan harga komoditas utama di pasaran dengan mengadakan GPM secara rutin.

Terdapat sejumlah kelurahan yang telah dipilih sebagai lokasi GPM, antara lain di Kampung Jepang, Kelurahan Banjarejo Kota Madiun; Lapak Joglo Palereman, Kelurahan Kelun; Lapak Pagu Indah, Jalan Sentot Prawirodirdjo, Kelurahan Manisrejo;

Kemudian, Lapak Kalima Reksogati Kelurahan Sogaten; Lapak Simander, Jalan Taman Praja, Kelurahan Pandean; hingga Lapak Sriti, Kelurahan Nambangan Lor; dan masih banyak lainnya.

Jemakir menjelaskan dalam GPM, pihaknya juga melibatkan Disdag, Bulog, dan PG Rajawali I, hingga pelaku UMKM lokal.

Melalui GPM berbagai kebutuhan pokok dijual dengan selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan pasar konvensional. Seperti beras SPHP Rp55.000 per pak, gula pasir Rp16.500 per kg, Minyakita Rp15.000 per liter, dan telur ayam ras Rp20.000 per kg, dan masih banyak lainnya.

Untuk bumbu dapur, masyarakat bisa mendapatkan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, maupun cabai merah besar dengan paket hemat.

Tidak hanya berfokus pada komoditas bahan pokok, GPM Kota Madiun juga menjadi ajang promosi dan penggerak roda perekonomian bagi para pelaku UMKM lokal di wilayah setempat.

Pihaknya berharap, melalui kolaborasi antara Pemkot Madiun, Pemprov Jatim, penyediaan pangan murah dan pemberdayaan usaha mikro, daya beli masyarakat Kota Madiun tetap terjaga dan stabil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.