Hujan Mulai Turun, Antisipasi Banjir Dilakukan

Jumat, 30 Okt 2026, 03:17 WIB

JAKARTA – Meski belum rutin, sebagian wilayah Jakarta sudah mulai turun hujan secara sporadis. “Kami mempercepat persiapan antisipasi banjir,” tandas Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo, Kamis (29/10).

Pemprov mempercepat pembenahan sejumlah sungai dan saluran air untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan yang diperkirakan mulai November. Persiapan untuk menghadapi hujan sudah dimulai. Hujan itu sendiri diperkirakan bakal mulai rutin bulan November akhir sampai bulan-bulan seterusnya.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/Sulthony Hasanuddin

Pramono memanfaatkan kemarau panjang untuk melakukan berbagai upaya penanggulangan banjir di ibu kota. Upaya tersebut mencakup normalisasi di beberapa sungai seperti Kali Mampang, Kali Ciliwung, Kali Krukut, Kali Cakung Lama dan Kali Angke. “Normalisasi yang sudah begitu lama tidak pernah dilakukan, sekarang kita lakukan kembali. Selokan-selokan, sungai-sungai dikeruk,” ujar ­Pramono.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jakarta juga membenahi embung dan memperbaiki pertemuan aliran Kali Mampang dan Kali Krukut. Pramono berharap upaya-upaya itu dapat meningkatkan kesiapan Jakarta menghadapi musim hujan. Ia juga mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi cuaca dari El Nino menuju La Nina yang disertai peningkatan curah hujan.

Pramono Anung memastikan anggaran penanganan banjir yang dikelola Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta tidak dipangkas di tengah penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Pokoknya anggaran untuk SDA enggak dipotong,” kata Pramono setelah meninjau normalisasi Kali Mampang, Jakarta Selatan, Kamis.

Gubernur menjelaskan, saat ini Pemerintah Provinsi Jakarta tengah membenahi sejumlah sungai guna mengantisipasi banjir saat musim hujan mendatang.

Adapun normalisasi itu dilakukan di Kali Ciliwung, Kali Krukut, Kali Cakung Lama, Kali Mampang dan Kali Angke. Selain itu, dia juga mengeruk saluran air dan membenahi embung sebagai upaya pengendalian banjir.

Lebih jauh dia berharap berbagai upaya tersebut bisa mengurangi dampak banjir di sejumlah kawasan ibu kota. Sebagai informasi, APBD Jakarta 2026 ditetapkan sebesar Rp81,32 triliun. Angka ini turun Rp10,54 triliun dari tahun 2025 yang mencapai Rp91,86 triliun.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya pendapatan dari Transfer ke Daerah, dari Rp26,14 triliun tahun lalu menjadi Rp11,16 triliun saat ini. Penurunan terbesar terjadi pada Dana Bagi Hasil pajak yang berkurang Rp14,79 triliun.

Penetapan APBD Jakarta 2026 ditandai dengan disahkannya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026. Ant/G-1

  • Ciliwung
  • Kali Angke
  • Pengerukan Sungai
  • Kali Krukut

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.