Sensus Ekonomi Jakarta Hampir Paripurna

Jumat, 30 Okt 2026, 03:10 WIB

JAKARTA – Saat ini perhelatan sensus ekonomi di Jakarta tinggal memasuki tahap pemaripurnaan berupa kunjungan ulang karena pendataan utama sudah selesai. “Ini namanya tahap revisit atau kunjungan ulang setelah pendataan utama rampung,” tutur Kepala BPS Jakarta, Kadarmanto, Kamis (29/10). Dia menyatakan ini dalam acara “Award Hari Statistik Nasional 2026.”

Menurutnya, agenda revisit dilakukan sampai dengan 31 Oktober. Jadi, revisit pun hampir kelar. Kadarmanto mencatat, total usaha yang telah didata mencapai 1,4 juta. Angka ini melampaui target 1,2 juta usaha.

Ket. Foto: Kepala BPS Jakarta, Kadarmanto. — Sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Dia menekankan bahwa kegiatan sensus setiap satu dekade bukan hanya mengumpulkan data tentang perekonomian Jakarta, tetapi juga menyiapkan fondasi informasi bagi masa depan ekonomi Indonesia.

Bagi Jakarta, penyelesaian Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti yang sangat strategis karena Jakarta menyumbang 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Data yang dihasilkan tidak hanya menggambarkan struktur ekonomi Jakarta, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memotret perekonomian Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, sambung dia, kolaborasi harus diperkuat karena BPS tidak dapat bekerja sendiri.

“Keberhasilan survei ekonomi sangat tergantung pada sinergi dengan seluruh mitra serta partisipasi masyarakat,” kata Kadarmanto. Dia mengapresiasi mitra eksternal maupun internal yang telah berkolaborasi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan sensus dan survei yang dilakukan selama ini.

“Terima kasih kepada dunia usaha, media, masyarakat serta seluruh responden yang telah berpartisipasi dalam sensus BPS,” tuturnya. Dukungan tersebut, merupakan bagian penting dalam mewujudkan statistik yang berkualitas dan statistik bermakna dan berdampak dan tentunya bermanfaat bagi pembangunan.

Kadarmanto menyampaikan dari jumlah 1,4 juta usaha, sekitar 900 ribu di antaranya tergolong di Bangunan Khusus Usaha (BKU) seperti toko-toko, warteg, atau toko dengan plang. Sisanya usaha yang dijalankan keluarga di rumah. Dia mengingatkan Sensus Ekonomi 2026 bukan hanya tentang mencatat jumlah dan karakteristik usaha.

Namun, lebih dari itu, hasilnya diharapkan dapat menjadi landasan penting bagi pemerintah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan. Sebab hasil sensus penting untuk merumuskan kebijakan, menentukan arah investasi, serta memperkuat daya saing perekonomian Jakarta atau Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Statistisi Ahli Madya BPS Jakarta yang juga Ketua Tim Sensus, Data Register dan Kerja sama Lembaga, Feri Prasetyo, menambahkan bahwa pengumpulan data dilakukan sejak Juni hingga akhir Agustus, atau sekitar 2,5 bulan.

Pegawai BPS mengawasi kegiatan pengumpulan data. Secara bersamaan dilakukan juga proses pengawasan pengumpulan datanya. Demi data yang berkualitas, petugas organik juga melakukan revisit sampai sekarang.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jakarta menyatakan dukungan terhadap pendataan BPS sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan UMKM, serta peningkatan kesehatan warga.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menilai Sensus Ekonomi memiliki posisi penting karena Jakarta menyumbang 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Karena itu, data yang dihasilkan tidak hanya menggambarkan struktur ekonomi Jakarta, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memotret perekonomian Indonesia. Hasil Sensus Ekonomi 2026 juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai program prioritas. Ini termasuk perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, pengembangan usaha, dan penciptaan lapangan kerja. Wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.