Jangan Cuma Jadi Penonton, Pemprov Sumut Wajibkan Dapur MBG Pakai Produk UMKM Lokal

Jumat, 30 Okt 2026, 02:55 WIB

MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menegaskan bahwa setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produsen lokal. 

Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor mengatakan, UMKM lokal menjadi pilar utama penyedia bahan baku makanan ke setiap dapur SPPG di berbagai daerah.

Ket. Foto: Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor (kiri) menerims Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Medan Donal Simanjuntak (kanan) di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (29/10). — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Sumut

"Dengan demikian, pelaksanaan MBG (Makan Bergizi Gratis) tidak hanya berdampak peningkatan kualitas gizi masyarakat," kata Timur seusai menerima Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Medan Donal Simanjuntak di Sumut, Kamis (29/10).

Tetapi , lanjut Timur, harus mampu mendorong perputaran ekonomi dan membuka lapangan kerja baru di kawasan sekitar, khususnya di Sumatera Utara.

Data Dinas Koperasi, Usaha, Kecil dan Menengah Provinsi Sumut 2025, menyebutkan Sumatera Utara memiliki sekitar 1,4 juta unit UMKM, dan 98,9 persen di antaranya pelaku usaha mikro dan kecil.

"Program MBG dirancang agar pertumbuhan ekonomi dimulai dari kawasan sekitar, multi-multiplier effect lokal,” ucapnya.

Selain itu, papar Timur, Pemprov Sumut.bersama Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan terus memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program MBG.

Sinergi ini difokuskan peningkatan pengawasan dapur-dapur SPPG guna memastikan keamanan pangan, kualitas gizi, serta keselamatan masyarakat dan anak-anak.

"Ke depan, kita buat aksi turun langsung ke dapur SPPG guna memastikan kepatuhan total standar operasional prosedur. Higienitas, pemenuhan gizi yang tepat demi menjaga keselamatan masyarakat, dan anak-anak,” tutur Timur.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Medan Donal Simanjuntak menyampaikan, pihaknya telah memfasilitasi pertemuan pemasok dan pengelola SPPG sebagai upaya memperkuat keterlibatan pelaku UMKM lokal.

Pertemuan antara pemasok dan pengelola SPPG di Sumut, antara lain Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Karo, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Pematangsiantar, dan Kabupaten Simalungun.

"Kami juga berharap penguatan kolaborasi Pemprov Sumut dan KPPG Medan bisa mendukung misi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024," katanya.

Pihaknya juga memaparkan perkembangan terkini pelaksanaan MBG, baik secara nasional maupun di Sumut.

Ia menjelaskan, jumlah SPPG aktif secara nasional telah mencapai 27.485 unit dari target 32.000 unit. "Khusus di Sumut, jumlah SPPG aktif mencapai 1.378 unit dari target 1.762 unit," ucapnya.

Untuk pelaksanaan MBG di Sumatera Utara telah menyerap sekitar 61.000 tenaga kerja yang secara umumnya berasal dari kelompok masyarakat desil 1 hingga 4.

"Mereka umumnya berada di desil 1 sampai 4. Kita berharap dengan serapan tenaga kerja ini akan mengubah desil mereka,” ujar Donal.

  • makan bergizi gratis
  • pemprov sumut
  • sppg sumut
  • umkm sumut

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.