Betapa Gembiranya Intan Mayundaya Akhirnya Memegang Ijazahnya

Jumat, 30 Okt 2026, 03:22 WIB

I

jazah adalah buah perjuangan belajar bertahun-tahun. Namun dia tidak selalu langsung dapat dipegang, usai murid dinyatakan lulus. Untuk “memegangnya” diperlukan biaya alias uang tebusan. Tidak semua murid mampu menebus ijazahnya.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Maka betapa suka-cita ketika ada pemutihan ijazah seperti dirasakan lulusan SMK Wiyata Mandala Bakti, Intan Mayundaya. Diaakhirnya lega usai mendapatkan ijazah yang selama ini tertahan di sekolah karena terkendala biaya.

Intan merupakan satu dari 683 penerima manfaat Program Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026 yang berasal dari wilayah Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara. “Senang banget bisa dapat bantuan pemutihan ijazah ini,” jelas Intan di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, banyak dari teman sekolahnya yang ijazahnya belum bisa diambil karena belum melunasi biaya sekolah. “Sekarang dibantu pemerintah supaya bisa mendapatkan ijazah,” ujarnya. 

Intan mengaku program tersebut sangat membantu para lulusan sekolah yang mengalami kendala serupa. Dengan ijazah yang sudah berada di tangannya, dia merasa lebih tenang untuk melanjutkan perjalanan kariernya.

“Sebelumnya, saya melamar kerja pakai Surat Keterangan Lulus saja. Syukurlah, sekarang sudah bisa mendapatkan ijazah,” ujarnya.

Intan mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Kota Jakarta Utara, karena program ini benar-benar membantu.

Pemerintah Kota Jakarta Utara menebus sebanyak 683 ijazah peserta didik dari berbagai jenjang lewat Program Pemutihan Ijazah Tahap II Tahun 2026, dengan anggaran sebesar Rp1,17 miliar.

“Program pemutihan ijazah merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jakarta dalam memastikan masyarakat mendapatkan hak atas pendidikan dan dokumen kelulusan yang sah,” kata Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, ijazah memiliki peran penting bagi masa depan seseorang, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun sebagai persyaratan memasuki dunia kerja.

“Ijazah bukan sekadar selembar kertas, melainkan bukti perjuangan dan hasil belajar yang menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,” katanya. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.