RSMS Purwokerto Optimalkan Pelayanan Pasien Melalui Inovasi Sipari
Senin, 26 Okt 2026, 15:13 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Sumarwoto
PURWOKERTO -- RSUD Prof Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto mengoptimalkan pelayanan publik melalui inovasi Sistem Informasi dan Pelayanan Rawat Inap (Sipari) untuk mempercepat koordinasi ketersediaan kamar dan memangkas waktu tunggu pasien.
Kepala Bidang Keperawatan RSMS Purwokerto Didik Ujianto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin, mengatakan inovasi tersebut dilatarbelakangi meningkatnya jumlah pasien setelah rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu menjadi RS kelas A pada 2025, sehingga terjadi penumpukan antrean di bagian admisi atau pendaftaran rawat inap.
"Pasien kami meningkat sangat banyak setelah RSMS menjadi rumah sakit kelas A. Setiap hari pasien dari rawat jalan maupun instalasi gawat darurat (IGD) menumpuk di tempat pendaftaran rawat inap," katanya.
Menurut dia, peningkatan kapasitas tempat tidur rumah sakit belum sebanding dengan tingginya permintaan layanan.
Sementara itu, penambahan kapasitas membutuhkan waktu sehingga diperlukan langkah untuk mempercepat proses koordinasi dan memastikan ketersediaan tempat tidur bagi pasien.
Ia mengatakan Sipari menghadirkan dasbor internal yang menyajikan informasi ketersediaan tempat tidur sekaligus mengidentifikasi pasien yang diperkirakan pulang dalam enam jam ke depan.
“Melalui sistem tersebut, petugas dapat mempersiapkan tempat tidur yang akan segera kosong sehingga bisa digunakan pasien berikutnya,” katanya.
Ia mengatakan Sipari juga dilengkapi pemantauan discharge planning atau perencanaan kepulangan pasien agar persiapan kamar dapat dilakukan lebih awal.
Sebelumnya, kata dia, petugas harus berkoordinasi melalui sambungan telepon untuk memastikan ketersediaan tempat tidur.
Dengan Sipari, informasi awal dapat diketahui melalui dasbor, sedangkan konfirmasi kepada ruang perawatan dilakukan untuk memastikan kesiapan kamar sebelum pasien baru masuk.
"Kalau sebelumnya koordinasi bisa membutuhkan waktu sekitar dua jam, sekarang dengan melihat dasbor saja, dalam beberapa menit petugas sudah bisa mendapatkan informasi awal," katanya menegaskan.
Ia mengakui inovasi tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan antrean karena tingginya kebutuhan layanan rawat inap.
Kendati demikian, dia mengharapkan Sipari dapat memangkas waktu tunggu sehingga pasien tidak terlalu lama menunggu sebelum mendapatkan kamar perawatan.
“Antrean yang panjang tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien, tetapi juga dapat menambah kebutuhan biaya selama menunggu, termasuk untuk makan dan minum,” katanya.
Ia menegaskan Sipari merupakan sistem internal yang hanya dapat diakses petugas rumah sakit karena memuat informasi terperinci, termasuk identitas pasien, yang harus dilindungi demi menjaga privasi.
Dalam hal ini, kata dia, Sipari digunakan untuk membantu petugas memberikan informasi dan memastikan kesiapan layanan secara lebih cepat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!