Hari Santri, Menteri PPPA Ajak Santri Berpartisipasi Aktif dalam Pembangunan
Senin, 26 Okt 2026, 16:00 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
NGANJUK - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak para santri untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa.
"Pertama, momentum Hari Santri ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya anak-anakku para santri untuk mengenang dan meneladani apa yang telah dilakukan para pahlawan, ulama, kiai, dan santri, dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat perjuangan ini harus dilanjutkan oleh anak-anakku semua dengan mengisi pembangunan dan berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangannya, Senin (26/10).
Hal itu dikatakannya di hadapan para santri Pondok Pesantren Mojosari, Nganjuk, Jawa Timur, saat peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Menurutnya, santri merupakan bagian penting dari kekuatan bangsa yang memiliki potensi untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Untuk itu, lanjutnya, anak perlu didorong agar tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, dan budi pekerti, sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan masa pendidikan di pesantren menjadi kesempatan bagi santri untuk memperkuat ilmu, kedisiplinan, dan karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Kalian harus bangga menjadi santri, karena santri adalah salah satu jangkar bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia bukan hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, mempunyai integritas, dan berbudi pekerti. Ini fondasi untuk generasi yang akan datang," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi.
Untuk mendukung anak agar tumbuh menjadi generasi yang berdaya dan mampu berpartisipasi dalam pembangunan, ia mengingatkan pentingnya peran orang tua, guru, dan pengasuh pesantren dalam membangun fondasi karakter anak sejak dini.
"Pendampingan yang kuat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai tantangan perubahan zaman, termasuk dampak penggunaan teknologi digital tanpa kehilangan nilai agama, akhlak, dan budi pekerti," kata Menteri PPPA Arifatul Fauzi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!