Presiden Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Punya Nuklir di Tengah Peluang Negosiasi
Senin, 26 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: istimewa
Istanbul - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya perlu menghentikan pembunuhan terhadap para pemimpin Iran agar dapat mengetahui pihak yang mewakili Teheran dalam perundingan dengan Washington. Namun, ia kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir.
"Saya harus berhenti (membunuh para pemimpin Iran), karena saya harus mencari tahu dengan siapa sebenarnya kami sedang bernegosiasi," kata Trump dalam rapat umum kampanye di Georgia, AS, Sabtu (24/10).
Trump mengatakan Iran kini tidak memiliki pesawat terbang maupun kapal, serta mengklaim bahwa jajaran kepemimpinan negara tersebut telah mengalami kehancuran akibat serangan militer AS.
"Tidak punya apa-apa, tidak punya pemimpin. Pemimpin tingkat satu sudah tewas, pemimpin tingkat dua juga sudah tewas," ujarnya.
Trump kembali menguraikan dampak serangan AS terhadap kemampuan militer dan jajaran kepemimpinan Iran. Ia juga membela keputusannya pada 2018 untuk menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran yang dicapai pada 2015 di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama.
Menurut Trump, keputusan tersebut diambil pada saat kritis untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
"Saya membatalkan salah satu kesepakatan terburuk yang pernah dibuat, yaitu Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang dicapai pada masa Barack Hussein Obama, atau yang oleh sebagian orang disebut kesepakatan nuklir Iran, yang menjadi jalan bagi Iran untuk memperoleh senjata nuklir. Saya membatalkannya, untungnya, tepat pada waktunya," kata Trump.
Ia juga menyinggung operasi militer AS pada 2025 serta operasi yang berlangsung pada Februari hingga Mei tahun ini.
"Kami menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir Iran melalui Operasi Midnight Hammer dan Operasi Epic Fury. Kami telah mengalahkan mereka secara militer, finansial, dan dalam hal-hal lainnya. Kami harus memastikan bahwa mereka tidak akan pernah, sekali pun, tidak pernah memiliki senjata nuklir," ujar Trump.
Di tengah ketegangan tersebut, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan lembaganya telah menyelesaikan sebagian besar persiapan teknis untuk memverifikasi kegiatan nuklir Iran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!