Mentan Amran Siapkan Bantuan Benih, Pompa Air, dan Traktor untuk Petani Lampung
Minggu, 25 Okt 2026, 18:50 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
LAMPUNG - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan bantuan benih, pompa air, hingga traktor untuk mempercepat pemulihan lahan puso serta meningkatkan produktivitas petani Lampung di tengah upaya penguatan produksi pangan.
“Kami ingin menyelesaikan persoalan petani. Apa yang bisa kita bantu, kita tindak lanjuti. Ini untuk petani, dan jangan sampai mereka kesulitan menjalankan usaha taninya,” kata Mentan Amran saat berdialog di Puncak Peringatan Hari Tani Nasional di Pringsewu, Lampung, sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (25/10).
Mentan menindaklanjuti keluhan petani Lampung dengan menyiapkan dukungan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta percepatan penanganan persoalan sumber air, termasuk untuk penanganan lahan puso seluas 300 ha.
Langkah itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan lahan terdampak kekeringan sekaligus memperkuat produktivitas pertanian di daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan berdialog langsung dengan petani dan kelompok tani untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi, mulai dari keterbatasan sumber air hingga kebutuhan alat pengolahan lahan.
Sejumlah permintaan bantuan langsung dicatat dan ditindaklanjuti dengan meminta jajaran teknis Kementerian Pertanian mempercepat proses pengecekan dan penyalurannya.
“Kami lakukan apa pun demi petani Indonesia. Keluhan petani harus ditindaklanjuti dengan solusi konkret,” ujar Amran.
Ia menambahkan, pemerintah akan berupaya memenuhi kebutuhan petani, terutama yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan produksi pangan.
Untuk lahan yang mengalami puso, ia menginstruksikan pemberian benih gratis, dengan luasan yang perlu diverifikasi lebih lanjut oleh jajaran teknis.
Menanggapi laporan mengenai sekitar 300 hektare lahan pertanian yang mengalami puso di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Mentan menyatakan pemerintah akan bergerak cepat membantu petani melalui pemberian benih gratis dan dukungan sarana pengairan.
“Untuk 300 hektare lahan puso di Kabupaten Pringsewu, kita beri benih gratis. Kita siapkan tiga unit pompa,” ucap Amran.
Selain bantuan benih dan pompa, Amran juga meminta agar ditelaah kemungkinan menarik sumber air dari area persawahan dengan menggunakan pompa berkapasitas besar. Untuk mempercepat penanganan persoalan irigasi tersebut, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.
“Apa bisa ditarik airnya dari sawah, pakai pompa yang besar? Nanti saya bicarakan dengan Menteri PU,” katanya.
Amran juga berdialog langsung dengan para tukang tandur, yaitu buruh tani yang bekerja menanam padi di lahan milik orang lain. Para buruh tanam menyampaikan bahwa mereka tidak memiliki sawah sendiri dan selama ini mengandalkan pekerjaan menanam untuk memperoleh penghasilan.
Mendengar kondisi tersebut, Mentan menegaskan buruh tanam juga harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan dukungan pemerintah.
Ia menyampaikan regulasi bantuan alsintan telah diubah sehingga kelompok tukang tandur dapat mengakses bantuan alat dan mesin pertanian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!