Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berawal dari Patroli Rutin, Pemkot dan Polisi Bongkar Penampungan ART Ilegal di Surabaya

25 Minggu, 25 Okt 2026, 20:35 WIB | Oleh:
Berawal dari Patroli Rutin, Pemkot dan Polisi Bongkar Penampungan ART Ilegal di Surabaya Berawal dari Patroli Rutin, Pemkot dan Polisi Bongkar Penampungan ART Ilegal di Surabaya Doc: ANTARA/HO-Pemkot Surabaya
Ket. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro saat mendatangi lokasi dugaan penyekapan calon ART di kota setempat, Minggu (25/10).

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penyekapan 10 calon Asisten Rumah Tangga (ART) di kawasan Jalan Kedung Anyar, Kelurahan Sawahan, Kota Surabaya. 

Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, di Surabaya, Minggu (25/10), mengatakan langkah tegas yang dilakukan mulai dari penyelamatan para korban, pelimpahan ranah pidana ke kepolisian, hingga penyegelan tempat usaha penampungan ART yang diduga tidak memiliki izin tersebut.

"Temuan ini berawal dari patroli rutin yang dilakukan oleh anggota Satpol PP Kota Surabaya pada Sabtu (24/10) di kawasan Kembang Jepun hingga Kedungsari," katanya.

Ia mengatakan saat itu petugas kepolisian sempat diberhentikan oleh dua orang warga luar kota yang meminta pertolongan.

"Awalnya anggota mengira dua warga luar kota ini hanya kehabisan bekal. Namun setelah kita lakukan pendalaman, mereka mengaku sebagai calon ART dari luar Kota Surabaya dan menginformasikan bahwa mereka disekap di lokasi penyalur di Jalan Kedung Anyar," katanya.

Ia mengatakan Satpol PP langsung berkoordinasi dan bergerak bersama Polsek Sawahan untuk mengecek lokasi kejadian pada hari yang sama dan menemukan delapan orang calon ART lainnya.

"Secara keseluruhan, terdapat 10 orang calon ART (seluruhnya berasal dari luar kota Surabaya) yang berhasil diamankan dari lokasi tersebut," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro, menegaskan penanganan kasus ini terbagi menjadi dua ranah utama, yaitu terkait dugaan penyekapan dan potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

"Kami dari Pemkot Surabaya menindak tegas dari sisi legalitas dan izin usaha penampungan tersebut," katanya.

Hebi menerangkan berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, usaha penyalur ART tersebut diduga melanggar sejumlah ketentuan perizinan dan tata tertib lingkungan, antara lain izin dasar dan kelayakan bangunan.

"Meskipun izin penyalur tenaga kerja dikeluarkan oleh pemerintah pusat, izin dasar seperti izin mendirikan bangunan (IMB)/PBG, sertifikat laik fungsi (SLF), dan syarat kelayakan tempat usaha wajib mengantongi rekomendasi dari Pemkot Surabaya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Pemkot Bekasi Jamin Kenyamanan Investasi

16 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bekasi Jamin Kenyama...
Luar Negeri
Trump Melunak, Tarif 50 Per...
Luar Negeri
Pesisir Utara Uni Emirat Ar...
Olahraga
Lionel Messi Terima Penghar...
Luar Negeri
Bangladesh Pakai Pohon Pale...
Advertisement
MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

MotoGP Australia di Phillip Island Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Marquez Gagal Perlebar Keunggulan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.