Synchronize Fest 2026 Resmi Berakhir, dari Reuni Geisha hingga Kolaborasi Reality Club
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 16:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohSementara itu, XYZ Stage diramaikan oleh Basboi bersama Pak Joko, The Brandals, C'mon Lennon, dan Poris Vault Gang. Penampilan The Brandals menjadi kesempatan untuk memperkenalkan materi terbaru, sedangkan C'mon Lennon memanfaatkan panggung tersebut sebagai momen reuni.
Gigs Stage juga menyuguhkan pertunjukan lintas genre melalui penampilan Peron, Of Wax, Aryo Adhianto, Quest*, Passive Income, dan Dirty Dogs Aggression. Ragam penampil tersebut memperlihatkan cakupan musikal Synchronize Fest yang mengakomodasi berbagai skena dan karakter musik.
Synchronize Fest kembali menghadirkan pertunjukan tradisional sebagai bagian dari keberagaman programnya. Pada hari ketiga, Kaba Kini menampilkan tradisi Randai Minangkabau yang mengajak penonton merenungkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta melalui gerak dan simbol jerami.
Kehadiran pertunjukan tersebut memperlihatkan bahwa festival tidak hanya berfokus pada musik populer, tetapi juga menyediakan ruang bagi ekspresi budaya tradisional. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi pengunjung selama festival berlangsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dynamic Stage menghadirkan tiga penampilan berturut-turut yang menarik perhatian penonton, yakni Kangen Band, .Feast, dan Timur Basudara. Kangen Band membuka rangkaian tersebut dengan penampilan vokalis Andika yang kembali menunjukkan kemampuannya menguasai panggung.
Setelah itu, .Feast membawakan set Membangun & Menghancurkan, album penuh ketiga mereka yang dirilis pada 2024. Pertunjukan tersebut disebut menjadi bagian dari rangkaian menuju babak baru perjalanan band tersebut.
Timur Basudara kemudian didapuk sebagai penampil penutup Synchronize Fest 2026 di Dynamic Stage. Aksi mereka menghadirkan karaoke massal bersama ribuan penonton sekaligus menjadi penutup penuh selebrasi untuk edisi ke-11 festival.
Di area lain, Oleng Upuk masih dipadati penonton yang menyaksikan penampilan Dipha Barus bersama sejumlah kolaborator. Hujan yang turun menjelang tengah malam di kawasan Gambir Expo Kemayoran turut menandai berakhirnya rangkaian festival selama tiga hari.
Selama tiga hari penyelenggaraan, Synchronize Fest menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk sejenak beristirahat dari rutinitas melalui musik dan pertemuan lintas generasi. Festival ini juga menempatkan kebersamaan dan solidaritas sebagai bagian penting dari pengalaman yang dibangun bersama penampil maupun penonton.
Melalui slogan "It's not just a festival, it's a movement!", Synchronize Fest menegaskan identitasnya sebagai ruang kolektif yang melampaui pertunjukan musik. Beragam kolaborasi, reuni, dan pertunjukan spesial dalam edisi 2026 memperkuat karakter festival sebagai wadah pertemuan berbagai ekspresi musik dan budaya.
Berakhirnya edisi ke-11 sekaligus membuka harapan bagi penyelenggaraan berikutnya. Dengan beragam pengalaman yang dihadirkan tahun ini, Synchronize Fest kembali menawarkan alasan bagi penonton untuk hadir pada edisi mendatang dan menjadi bagian dari perjalanan festival tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!