Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Kekeringan Mengintai hingga 2027, BNPB Mulai Siapkan Langkah Mitigasi

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 07:06 WIB | Oleh:
Ancaman Kekeringan Mengintai hingga 2027, BNPB Mulai Siapkan Langkah Mitigasi Doc: Antara foto
Ket. Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan memberikan penjelasan terkait perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kantor BNPB Pusat, Jakarta, Kamis (22/10).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi mundurnya awal musim hujan hingga awal 2027 akibat fenomena El Nino yang sangat kuat.

“Kami terus memantau dan mengevaluasi setiap pemutakhiran data cuaca yang disampaikan BMKG terkait potensi kekeringan berkepanjangan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

BNPB bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menyusun langkah penanganan harian hingga mingguan untuk mengendalikan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Misalnya, operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memperbesar potensi hujan dengan menyemai NaCl dan semacamnya. Satuan tugas udara masih terus bekerja sesuai analisisnya,” ujar Berton.

Direktorat Pengendalian Bencana BNPB melaporkan penanganan kebakaran di sejumlah provinsi prioritas. Luas lahan terbakar yang ditangani antara lain 7.938 hektare di Kalimantan Tengah, 1.974 hektare di Kalimantan Selatan, 1.290 hektare di Kalimantan Barat, 5.194 hektare di Sumatera Selatan, dan 2.025 hektare di Jambi.

Sebaiknya Anda baca juga:

Selain penanganan karhutla, BNPB bersama pemerintah daerah dan organisasi atau lembaga nirlaba menyalurkan bantuan air bersih untuk mengatasi dampak kekeringan.

Di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, kekeringan terjadi setelah periode hari tanpa hujan (HTH) mencapai 131 hari atau lebih dari empat bulan. BMKG mencatat kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang sangat kuat.

Berton mengatakan BNPB akan terus mengevaluasi langkah kesiapsiagaan dan mitigasi agar penanganan bencana dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

“Kami akan melakukan evaluasi setiap saat untuk kesiapsiagaan dan mitigasi, termasuk menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik mencapai +2,63 derajat, yang menunjukkan El Nino kategori sangat kuat dan diproyeksikan bertahan hingga awal 2027.

BMKG memprediksi awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat. Kondisi tersebut mencakup 529 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,08 persen dari luas daratan Indonesia.

Musim hujan diperkirakan datang secara bertahap, dimulai pada November 2026 di 185 ZOM yang mencakup 24,66 persen daratan Indonesia, kemudian pada Desember 2026 di 266 ZOM yang mencakup 17,31 persen daratan.

Meski awal musim hujan diperkirakan mundur, akumulasi curah hujan di 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia diprediksi tetap berada pada kategori normal.

Sementara itu, puncak musim hujan diperkirakan berlangsung bertahap, yakni pada Desember 2026 di 155 ZOM yang mencakup 36,94 persen daratan, Januari 2027 di 162 ZOM yang mencakup 25,68 persen daratan, dan Februari 2027 di 190 ZOM yang mencakup 16,79 persen daratan Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.