SPBU Buleleng Antre Parah, Pemprov Bali Minta Warga Desa Beralih ke Pertashop
📅 Rabu, 21 Okt 2026, 01:40 WIB | Oleh: AlfredPemkab Buleleng pada Sabtu (17/10) juga meminta Pertamina memprioritaskan pasokan BBM ke wilayah tersebut guna mempercepat penanganan antrean.
Sementara itu, Pemprov Bali menargetkan normalisasi distribusi BBM ke seluruh kabupaten dan kota dapat diselesaikan pada Selasa (20/10), seiring kedatangan tambahan pasokan dan percepatan pengiriman ke jaringan penyalur.
Sebelumnya, kelangkaan BBM di sejumlah wilayah Bali menyebabkan antrean panjang kendaraan di SPBU sejak pertengahan Oktober 2026.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri pada Selasa (13/10) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas gangguan pasokan dan distribusi BBM. Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah kendala teknis pada kapal pengangkut BBM saat proses bongkar muat.
Di Kabupaten Buleleng, pemerintah daerah mencatat keterbatasan pasokan yang berdampak pada antrean di sejumlah SPBU. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra pada Sabtu (17/10) meminta Pertamina memprioritaskan pengiriman BBM ke wilayahnya dan memperkuat pengawalan distribusi.
Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah menerapkan sejumlah langkah, termasuk penambahan pasokan, optimalisasi pengiriman, serta sistem ganjil-genap pembelian Pertalite sejak Sabtu (17/10).
Pertamina menyatakan antrean kendaraan di sejumlah SPBU mulai berkurang secara bertahap setelah langkah-langkah tersebut diterapkan.
Pada Senin (19/10), Direktur Utama Pertamina kembali menyampaikan komitmen memperbaiki sistem distribusi agar gangguan serupa tidak terulang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!