IHSG Hari Ini Menguat Berkat Berburu Saham Murah, Kepercayaan Pasar Mulai Pulih?
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 17:52 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipicu aksi bargain hunting setelah koreksi mencerminkan upaya investor memanfaatkan penurunan harga saham untuk mengakumulasi aset pada valuasi yang lebih menarik.
Namun, penguatan tersebut belum serta-merta menandakan pulihnya kepercayaan pasar secara menyeluruh.
Keberlanjutan tren positif masih bergantung pada kekuatan fundamental emiten, stabilitas ekonomi domestik, serta meredanya tekanan eksternal. Tanpa dukungan sentimen yang solid, kenaikan IHSG berisiko hanya menjadi pemulihan teknikal jangka pendek.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (20/10) sore ditutup menguat 282,28 poin atau 5,65 persen ke posisi 5.278,89 seiring bargain hunting investor (aksi beli saham yang harganya turun) setelah dua hari perdagangan mengalami koreksi signifikan.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 41,89 poin atau 8,58 persen ke posisi 530,35.
“Penguatan IHSG hari ini lebih didorong oleh technical rebound setelah koreksi yang sangat tajam dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Investor mulai melakukan bargain hunting pada saham-saham berkapitalisasi besar yang harganya sudah terkoreksi cukup dalam,” ujar pengamat pasar modal Elandry Pratama saat dihubungi di Jakarta.
Selain itu, Elandry mengatakan langkah BEI untuk mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG turut menjadi sentimen yang dicermati oleh pelaku pasar.
“Namun, ini belum berarti risiko pasar sudah sepenuhnya mereda,” ujar Elandry.
Dari sisi sektoral, Ia mengatakan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar menjadi salah satu penopang utama, yang mana saham-saham tersebut memiliki bobot yang cukup besar terhadap indeks, sehingga pemulihannya memberikan kontribusi signifikan terhadap IHSG.
“Namun, perlu dilihat apakah penguatan ini bisa meluas ke lebih banyak sektor dan saham agar pemulihannya lebih solid,” ujar Elandry.
Elandry melihat saat ini investor masih cenderung berhati-hati, terutama investor global yang sensitif terhadap isu transparansi kepemilikan, free float, dan potensi perubahan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI.
Sementara itu, Ia menyebut investor domestik berpeluang memanfaatkan koreksi untuk melakukan akumulasi secara selektif.
“Jadi, meskipun ada perbaikan market sentiment hari ini, arus dana asing dan keberlanjutan penguatan saham-saham unggulan masih menjadi faktor penting untuk melihat arah pasar selanjutnya,” ujar Elandry.
Sementara itu, Elandry menyebut terkait respons pemerintah dan regulator dalam menangani gejolak pasar serta memperbaiki transparansi dan tata kelola pasar modal, dapat mempengaruhi kepercayaan investor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!