Kabut Asap Pekat Ancam Paru-Paru Warga, Pemkab Kobar Siapkan 38 Rumah Oksigen Gratis
📅 Selasa, 20 Okt 2026, 18:30 WIB | Oleh: AlfredPALANGKA RAYA - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, menyiagakan 38 titik rumah oksigen gratis untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardino di Pangkalan Bun, Selasa (20/10), mengatakan fasilitas tersebut disediakan agar masyarakat dapat memperoleh bantuan oksigen dan penanganan awal ketika mengalami keluhan pernapasan di tengah kondisi kabut asap.
“Hadirnya Rumah Oksigen Gratis ini untuk membantu masyarakat bernapas lebih lega di tengah kondisi ancaman kabut asap karhutla saat ini,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan akibat paparan asap agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, termasuk rumah oksigen gratis yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Rumah oksigen tersebut tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan dan posko penanganan karhutla, antara lain Posko Induk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Puskesmas Madurejo, Puskesmas Kumai, Puskesmas Teluk Bogam, Puskesmas Kotawaringin Lama, Puskesmas Arut Utara, Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sumber Agung, Pustu Amin Jaya, setiap posko karhutla, serta RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
Selain menyediakan rumah oksigen, Pemkab Kobar juga menyiapkan layanan kesehatan gratis yang mencakup pemeriksaan kesehatan, pemberian oksigen, dan terapi nebulisasi atau uap untuk membantu menangani keluhan pernapasan.
Layanan tersebut tersedia di empat lokasi di wilayah Kota Pangkalan Bun, yakni Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kobar, Klinik PKU Muhammadiyah, praktik dokter Agma, dan Sentra Sehat Citra Borneo Indah (CBI) Group.
Dinas Kesehatan Kobar juga menyiagakan 87 pustu yang tersebar di berbagai wilayah untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat desa yang memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan utama.
“Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan dapat mendatangi puskesmas induk. Sementara warga yang tinggal jauh dari fasilitas tersebut dapat memanfaatkan pustu terdekat karena telah dilengkapi dengan oksigen,” ujar Hardino.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kobar, Aryo Tanoto mengatakan pihaknya telah menyediakan ruangan sehat bebas asap untuk melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan akibat paparan kabut asap.
Fasilitas tersebut dilengkapi tabung oksigen, dua unit konsentrator oksigen, serta 11 unit nebulizer. PMI juga menyediakan konsultasi dokter bagi masyarakat yang mengalami keluhan berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Aryo mengatakan pelayanan di Markas PMI Kobar beroperasi selama 24 jam. Dalam sepekan terakhir, pihaknya telah melayani sekitar 46 orang melalui layanan rumah oksigen gratis tersebut.
Selain pemeriksaan kesehatan dasar, PMI Kobar menyediakan suplemen, air mineral, serta layanan antar jemput gratis menggunakan dua unit ambulans. Masyarakat dengan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terkait.
Melalui penyediaan rumah oksigen, penguatan layanan di pustu, dan pelayanan kesehatan gratis, Pemkab Kobar berupaya memperluas akses pertolongan bagi masyarakat sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap karhutla.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!