Gubernur Pramono Resmikan Dua Embung di Cipayung, Tampung 36.550 Meter Kubik Air
📅 Senin, 19 Okt 2026, 20:00 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Embung Bambu Hitam dan Embung Batu Bangkong di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10). Kedua infrastruktur yang memiliki total kapasitas tampungan 36.550 meter kubik ini dibangun untuk memperkuat pengendalian banjir, menampung air hujan, serta mendukung konservasi sumber daya air.
Pramono mengatakan, kedua embung dibangun oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta pada 2025 dengan menerapkan konsep infrastruktur biru-hijau dan pendekatan solusi berbasis alam atau nature-based solutions. Selain menjadi tempat penampungan air, kawasan tersebut dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan.
“Embung Batu Bangkong dan Embung Bambu Hitam dibangun oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta pada 2025 melalui pendekatan biru hijau dan solusi berbasis alam atau Nature-based Solution. Dibangun sebagai sarana pengendali sumber daya air, sumber air baku, sekaligus ruang interaksi publik,” ujarnya.
Embung Batu Bangkong dibangun di atas lahan seluas 1,3 hektare, dengan luas badan air mencapai 0,58 hektare dan kapasitas tampungan 20.300 meter kubik. Sementara itu, Embung Bambu Hitam memiliki luas lahan sekitar 2,1 hektare, luas badan air 0,50 hektare, serta kapasitas tampungan 16.250 meter kubik.
Keberadaan kedua embung tersebut diharapkan membantu menahan air hujan agar tidak langsung membebani saluran drainase maupun aliran sungai di sekitarnya. Selain meningkatkan kapasitas tampungan air, infrastruktur ini juga berperan dalam menjaga ketersediaan air dan mendukung konservasi lingkungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pramono menjelaskan, fungsi utama embung bukan sekadar mengalirkan air ke tempat lain, melainkan menampung air dan memberikan kesempatan bagi air untuk meresap ke lingkungan sekitarnya. Dengan pendekatan tersebut, embung menjadi bagian dari upaya pengelolaan air yang lebih berkelanjutan.
“Fungsi utama dari embung ini yaitu untuk tempat penampungan air. Jadi bukan kemudian dialirkan, tapi air itu meresap di sini. Sehingga dengan demikian namanya menjadi tempat untuk konservasi,” jelasnya.
Selain mendukung pengendalian banjir, kedua embung dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat digunakan masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi instalasi pengolahan air limbah, jalur joging, taman bermain anak, balai warga, lapangan multifungsi, dan sunken plaza.
Sebaiknya Anda baca juga:
Area publik di sekitar embung dapat dimanfaatkan warga untuk berolahraga, bersantai, dan melakukan kegiatan bersama ketika kondisi kering. Saat hujan, area tertentu juga dapat berfungsi sebagai ruang tampungan tambahan untuk membantu menampung air.
Pramono menegaskan, pengendalian banjir di Jakarta harus mengutamakan langkah pencegahan secara berkelanjutan, bukan hanya penanganan ketika hujan deras atau genangan terjadi. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan infrastruktur pengendali air, mulai dari embung dan waduk hingga normalisasi sungai.
Ia juga menilai pengembangan embung di wilayah Jakarta Timur memiliki potensi untuk terus dilakukan guna meningkatkan kapasitas tampungan air. Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bertahap untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di Ibu Kota.
“Pemerintah DKI Jakarta dalam hal berkaitan dengan penanganan banjir tidak hanya serta-merta kalau hujan baru dilakukan kegiatannya ataupun penanganannya. Kita lebih pada pencegahan, sehingga saya minta karena sudah bagus dan digunakan secara gratis oleh warga, tetapi saya minta perawatannya betul-betul ditangani secara baik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RW 06 Kelurahan Cipayung, Amid Suminar, menyambut baik pembangunan Embung Bambu Hitam dan Embung Batu Bangkong. Ia berharap kedua fasilitas tersebut dapat membantu mengurangi risiko banjir sekaligus menyediakan ruang olahraga dan aktivitas masyarakat yang mudah dijangkau warga.
“Ya, mudah-mudahan embung ini bisa bermanfaat, baik itu untuk mengantisipasi banjir-banjir dan juga bermanfaat juga untuk fasilitas olahraga, jogging dan lain sebagainya. Saya berharap fasilitas ini yang sudah dibangun oleh pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi DKI, bisa dirawat dengan baik dan juga dijaga kebersihannya, keindahannya agar suasana ini tetap asri,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!