Siwarha, Bintang Pendamping Betelgeuse Akhirnya Terlihat
Kamis, 15 Okt 2026, 07:23 WIB | Oleh: Haryo BronoLisa Grossman dalam laporan Science News, 28 Juli 2026, menjelaskan bahwa pengamatan tersebut memanfaatkan teknik pencitraan yang sebelumnya dikembangkan untuk mencari eksoplanet, yakni planet yang mengorbit bintang di luar Tata Surya.
Teknologi Pemburu Planet
Salah satu kunci keberhasilan pengamatan tersebut adalah instrumen SPHERE yang terpasang pada VLT. Instrumen ini dirancang untuk mengamati objek yang sangat redup di dekat bintang terang, termasuk planet di luar Tata Surya.
Teknik yang dikembangkan untuk pencarian eksoplanet ternyata dapat diterapkan untuk mengamati bintang pendamping Betelgeuse. Kesamaan tantangannya terletak pada upaya mendeteksi cahaya objek yang relatif redup di tengah pancaran cahaya objek utama yang jauh lebih terang.
Pengamatan dilakukan dengan memanfaatkan sistem optik adaptif dan teknik pemrosesan citra lanjutan. Optik adaptif membantu mengoreksi gangguan akibat turbulensi atmosfer Bumi yang dapat membuat citra bintang menjadi kabur. Sementara itu, teknik pengolahan citra digunakan untuk menekan pola cahaya dari objek utama agar sinyal yang lebih lemah dapat dikenali.
Dalam pengamatan Betelgeuse, para astronom tidak sekadar mengambil foto dengan memperbesar tampilan bintang. Mereka harus mengurangi dominasi cahaya Betelgeuse dalam data, kemudian memeriksa apakah terdapat sumber cahaya lain yang konsisten dengan keberadaan sebuah bintang.
Keberhasilan itu memperlihatkan bahwa teknologi pengamatan yang dikembangkan untuk mencari planet juga dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai evolusi bintang. Instrumen yang mampu mendeteksi objek redup di sekitar bintang terang membuka peluang untuk mempelajari sistem bintang yang sebelumnya sulit diamati secara langsung.
Dalam rilisnya, ESO menegaskan bahwa SPHERE dan teknik pemrosesan citra lanjutan menghasilkan citra paling jelas sejauh ini dari Betelgeuse B. Temuan tersebut menjadi bukti kuat, meskipun konfirmasi lebih lanjut melalui pengamatan orbit masih diperlukan.
Pengamatan baru menunjukkan bahwa Betelgeuse B kemungkinan memiliki massa sekitar 2,6 hingga 3,1 kali massa Matahari. Perkiraan ini bergantung pada asumsi bahwa kedua bintang terbentuk pada waktu yang sama.
Angka tersebut lebih besar daripada perkiraan awal yang menyebut objek pendamping itu memiliki massa kira-kira setara dengan Matahari. Massa yang lebih besar juga membantu menjelaskan mengapa cahaya bintang pendamping itu akhirnya dapat dideteksi melalui pengamatan yang sangat teliti.
Namun, dibandingkan Betelgeuse yang merupakan bintang superraksasa merah, Siwarha tetap tampak jauh lebih redup. Perbedaan tahap evolusi dan karakteristik kedua objek membuat cahaya yang diterima teleskop dari masing-masing bintang berbeda. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!