Pramono Pertahankan KJP Plus dan KJMU, Beasiswa Luar Negeri Disiapkan untuk 75 Mahasiswa
📅 Selasa, 13 Okt 2026, 17:20 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertahankan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan dengan melanjutkan program bantuan pendidikan bagi masyarakat. Selain Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Pemprov DKI juga menyiapkan beasiswa luar negeri bagi 75 mahasiswa pada 2027.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan komitmen tersebut saat membuka Kongres I Dewan Pengurus Nasional AFEBSI di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10). Ia menegaskan bahwa kebijakan di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial harus tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
"Begitu saya dilantik menjadi gubernur, saya menyampaikan hal yang tidak boleh berubah, hal yang harus dipertahankan, hal yang harus diperbaiki adalah menyangkut satu: pendidikan, dua: kesehatan, tiga: bantalan sosial," ujarnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Pendidikan menjadi salah satu sektor yang terus diperkuat melalui bantuan biaya sekolah, dukungan bagi mahasiswa, hingga rencana pemberian kesempatan belajar di luar negeri.
Saat ini, KJP Plus telah menjangkau sekitar 700.000 peserta didik di Jakarta. Sementara itu, program KJMU memberikan dukungan kepada sekitar 15.800 mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah agar mereka memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI untuk membantu masyarakat mengakses pendidikan tanpa terbebani sepenuhnya oleh biaya. Melalui bantuan itu, pemerintah daerah berupaya menjaga agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi pelajar dan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan.
Selain bantuan pendidikan yang sudah berjalan, Pemprov DKI merencanakan beasiswa luar negeri untuk 75 mahasiswa pada 2027. Program tersebut dirancang dengan konsep yang mengacu pada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), meskipun rincian mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, dan negara tujuan belum dijelaskan dalam kesempatan tersebut.
Rencana beasiswa itu diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa Jakarta untuk memperoleh pengalaman akademik di tingkat internasional. Program tersebut juga menjadi langkah tambahan di luar bantuan pendidikan yang selama ini diberikan kepada peserta didik dan mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komitmen terhadap pendidikan itu disampaikan di tengah penyelenggaraan Kongres I Dewan Pengurus Nasional AFEBSI yang mempertemukan perwakilan perguruan tinggi dari berbagai daerah. Ketua AFEBSI DKI Jakarta sekaligus Ketua Panitia Kongres, Arif Murti Rozamuri, mengatakan kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 72 perguruan tinggi di Indonesia.
Arif mengapresiasi dukungan Pemprov DKI terhadap pelaksanaan kongres tersebut. Ia juga berharap hubungan antara AFEBSI dan pemerintah daerah dapat dikembangkan menjadi kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk di wilayah Kepulauan Seribu.
"Kami mohon dukungan dari Pemprov DKI Jakarta untuk kita sama-sama melanjutkan kolaborasi di pulau terluar Jakarta, di Pulau Seribu. Saya yakin sudah banyak yang dilakukan Pemprov DKI dan AFEBSI siap mengambil bagian dan siap mengambil peran dalam kegiatan dan kolaborasi kita bersama," ujarnya.
Menurut Arif, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dapat membuka peluang bagi akademisi untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan masyarakat. Kepulauan Seribu menjadi salah satu wilayah yang disebut sebagai sasaran kerja sama, dengan harapan kegiatan perguruan tinggi dapat mendukung kebutuhan masyarakat setempat.
Ketua Umum AFEBSI Ahmad Rozi menjelaskan bahwa organisasi tersebut menghimpun fakultas ekonomi dan bisnis dari perguruan tinggi swasta. Melalui kongres nasional ini, AFEBSI berharap hubungan antarkampus dan kerja sama dengan pemerintah dapat semakin kuat untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi.
Ahmad juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta atas fasilitas yang diberikan selama penyelenggaraan kongres. Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dalam meningkatkan kapasitas perguruan tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!