Himpun Lebih dari Rp1 Miliar, KUSTOMFEST 2026 Dukung Kegiatan Sosial dan Pendidikan
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 18:45 WIB | Oleh: Eko SYOGYAKARTA — Gelaran Kustom Kulture Festival (KUSTOMFEST) 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk karya modifikasi kendaraan, tetapi juga menghadirkan aksi sosial bagi masyarakat. Melalui kolaborasi Pemerintah Kota Yogyakarta dan panitia KUSTOMFEST, kegiatan Ride For YK dan Malam Jogja Berbagi berhasil mengumpulkan dana Rp1,027 miliar untuk mendukung program sosial dan pendidikan.
KUSTOMFEST 2026 berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (10-11/10), di Jogja Expo Center (JEC). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama Direktur KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi, meresmikan festival tersebut pada Sabtu (10/10) di JEC.
“Dana hasil Charity Night ini untuk mendukung kegiatan bakti sosial, gotong royong, bantuan bedah rumah, serta pembiayaan pendidikan bagi anak-anak yang mengalami keterbatasan biaya,” jelas Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memberikan sambutan.
Hasto mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan KUSTOMFEST yang tahun ini memasuki usia ke-15. Menurutnya, perjalanan festival tersebut menunjukkan proses eksperimen, keberanian, dan pengalaman panjang dalam membangun ekosistem kreatif.
“High octane bukan hanya berbicara soal mesin, ia juga menggambarkan energi dan daya dukung, dan juga keberanian untuk terus berakselerasi,” ujarnya.
Ia menekankan, industri kreatif perlu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kerja sama antara komunitas, pelaku industri, dan pemerintah. Hal itu sejalan dengan tagline KUSTOMFEST 2026, yakni “Otentik Konkret”. Otentik diwujudkan melalui karya seni, budaya, dan kreativitas, sedangkan konkret berarti memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat Yogyakarta.
Hasto juga mendorong generasi muda agar berani menghasilkan karya sendiri, bukan sekadar menikmati hasil karya orang lain. Pemanfaatan teknologi, penguasaan teknik, perluasan jejaring, serta keberanian memulai usaha dari skala kecil dinilai menjadi bekal penting untuk berkembang di industri kreatif.
“Jangan hanya menjadi penonton karya orang lain, tapi mulailah membuat suatu karya, gunakan teknologi, kuasai teknik, bangun jejaring, dan jangan takut memulai dari bengkel yang kecil pun,” ungkapnya.
Menurut Hasto, industri besar dapat berawal dari ruang kerja sederhana selama dikelola secara konsisten dan mengutamakan kualitas. Ia berharap semakin banyak anak muda Yogyakarta yang kelak tumbuh menjadi pelaku, pemimpin, dan penerus industri kreatif nasional.
Selain menampilkan ratusan sepeda motor dan mobil modifikasi, KUSTOMFEST 2026 juga menghadirkan sejumlah musisi dan band, antara lain Kelompok Penerbang Roket, MCPR, Black Horses, Soloensis, Serigala Malam (SM), D.P.M.B, Rebellion Rose, Morfem, dan Seringai.
Sementara itu, Direktur KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi, mengatakan bahwa perjalanan 15 tahun festival tersebut merupakan upaya berkelanjutan untuk menjaga semangat berkarya di tengah perkembangan dunia otomotif, budaya, dan ekonomi kreatif.
Ia menjelaskan, tema HIGH OCTANE dipilih untuk merespons keresahan para pelaku industri kustom yang menghadapi tekanan ekonomi dan persaingan dengan produk komponen kustom produksi massal dari luar negeri.
“Kami di Kustomfest akhirnya berpikir bagaimana mesin custom ini kita hidupkan lagi dengan menginjeksi bahan bakar yang beroktan tinggi sehingga mesin ini bisa bekerja dengan performa maksimalnya. Maka Kustomfest mengambil tagline Kustomfest 2026, High Octane,” jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!