Jelang MotoGP, Pertamina Berdayakan Masyarakat Kelola Sampah, Tingkatkan Layanan Wisata
📅 Jumat, 09 Okt 2026, 08:14 WIB | Oleh: Tim PenulisMATARAM - PT Pertamina (Persero) memberdayakan masyarakat Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, untuk mengelola sampah dan meningkatkan kemampuan pelayanan wisata menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan program tersebut menyasar masyarakat yang tinggal di kawasan Ring 1 Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah.
"Di Desa Kuta ini kita berada di wilayah terdekat dengan Sirkuit Pertamina Mandalika. Di sirkuit nanti pada tanggal 9 sampai dengan 11 Oktober ada perhelatan besar, yaitu sport tourism balap MotoGP," katanya di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis.
Ia mengatakan pihaknya memandang kebersihan kawasan wisata sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung penyelenggaraan ajang olahraga internasional tersebut.
Untuk itu, Pertamina bersama Universitas Mataram (Unram) melatih masyarakat Desa Kuta mengelola sampah melalui bank sampah. Masyarakat dari 20 dusun mengumpulkan dan memilah sampah.
Pertamina juga memberikan bantuan sepeda motor listrik untuk mendukung pengangkutan sampah dari permukiman warga.
Arya mengatakan masyarakat tidak hanya mengelola sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan. Mereka juga belajar mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
"Sampah diolah oleh masyarakat, kemudian digunakan untuk menjadi nilai tambah yang bisa dijual lagi, baik itu dalam bentuk merchandise, tas ataupun bentuk lainnya," ujarnya.
Sementara itu, masyarakat memanfaatkan sampah organik sebagai bahan pupuk organik, Pertamina menggandeng Unram untuk memberikan pelatihan teknis kepada warga.
Program tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Desa Kuta. Aparat desa ikut mendampingi masyarakat dalam menjalankan kegiatan pengelolaan sampah.
Selain pengelolaan sampah, Pertamina bersama Unram melatih masyarakat dalam bidang hospitality dan kemampuan berbahasa Inggris.
Arya menjelaskan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan warga dalam melayani wisatawan yang datang ke kawasan Mandalika.
Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris penting karena wisatawan mancanegara menjadi salah satu pasar utama pariwisata di kawasan tersebut.
"Hospitality tadi kita latih dan juga kita latih berbahasa Inggris karena rata-rata wisatawan yang hadir ke sini adalah wisatawan yang menggunakan bahasa Inggris pasti sebagian besar," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!