Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Era Messi Berakhir, Ini Gambaran Masa Depan Tim Nasional Argentina hingga 2036

28 Kamis, 08 Okt 2026, 00:07 WIB | Oleh:

Paz bahkan dapat muncul sebagai salah satu pemain kreatif paling menonjol dalam turnamen tersebut. Beban permainan tidak lagi berada di pundak satu pemain, melainkan dibagi kepada generasi baru.

Dua tahun kemudian, Piala Dunia 2030 akan menjadi ujian yang jauh lebih besar.

Turnamen tersebut akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan sejumlah pertandingan peringatan 100 tahun Piala Dunia juga berlangsung di Amerika Selatan. Atmosfernya dipastikan berbeda dan akan menjadi panggung penting bagi generasi penerus Messi.

Argentina mungkin belum cukup kuat untuk kembali menjadi juara, tetapi mencapai semifinal merupakan target yang realistis.

Pada saat itu, Paz diperkirakan berusia 26 tahun, Mastantuono 23 tahun, sedangkan Alvarez 30 tahun. Kombinasi pengalaman dan talenta tersebut akan memberikan fondasi kuat bagi Lionel Scaloni—atau siapa pun yang menjadi pelatih Argentina ketika itu.

Tantangan berikutnya datang pada Copa America 2032. Pada periode tersebut, Argentina mungkin mulai menghadapi persoalan regenerasi baru. Generasi Paz, Mastantuono, dan Alvarez akan memasuki fase berbeda dalam karier mereka, sementara pemain-pemain yang lebih muda mulai menuntut tempat di tim utama.

Argentina bisa saja terhenti di semifinal. Namun, kegagalan tersebut tidak otomatis berarti kemunduran besar.

Empat tahun kemudian, Piala Dunia 2034 di Arab Saudi akan menjadi ujian lainnya.

Paz, Mastantuono, dan Alvarez sudah memasuki usia lebih matang, sementara Argentina mungkin kembali melakukan regenerasi. Jika La Albiceleste hanya mampu mencapai perempat final, hasil tersebut akan menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan era Messi, tetapi belum tentu menjadi sebuah krisis.

Satu hal yang hampir pasti: Argentina tidak akan memiliki pemain yang mampu mendominasi pertandingan dan mendefinisikan sebuah era seperti Messi.

Namun, berakhirnya karier internasional Messi tidak berarti kesuksesan Argentina harus berakhir bersamanya.

Kekuatan terbesar La Albiceleste di masa depan justru bisa terletak pada kedalaman talenta, identitas permainan yang kuat, serta kemampuan mereka melahirkan pemain-pemain dengan teknik tinggi secara berkelanjutan.

Pada Oktober 2036, Messi mungkin sudah satu dekade meninggalkan sepak bola internasional. Pada titik itu, Argentina tidak lagi seharusnya dinilai berdasarkan seberapa dekat mereka dengan pencapaian Messi.

Mereka akan dinilai berdasarkan identitas dan prestasi mereka sendiri.

Memenangkan Copa America lain dan secara konsisten mencapai fase akhir Piala Dunia memang tidak akan menyamai pencapaian luar biasa era Messi. Namun, itu sudah cukup untuk mempertahankan Argentina sebagai salah satu kekuatan paling kompetitif dalam sepak bola internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Nasional
Tak Cukup Publikasi, Riset ...

Russia-Ukraina Berlakukan Gencatan Senjata Terbatas

53 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Russia-Ukraina Berlakukan G...
Luar Negeri
Utusan Asean Kunjungi Myanm...
Rona
Warisan Leluhur Terancam ka...
Megapolitan
Pemprov Antisipasi Kegagala...
Megapolitan
Jaminan Kesehatan, Pengelol...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.