Era Messi Berakhir, Ini Gambaran Masa Depan Tim Nasional Argentina hingga 2036
Kamis, 08 Okt 2026, 00:07 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: FIFA
BUENOS AIRES — Era Lionel Messi bersama tim nasional Argentina akhirnya memasuki babak terakhir. Setelah lebih dari satu dekade menjadi pusat permainan La Albiceleste, megabintang 39 tahun itu menjalani penampilan terakhirnya bersama Argentina ketika menghadapi Benin, Selasa (6/10).
Messi meninggalkan warisan yang nyaris mustahil disamai. Bersama Argentina, ia mempersembahkan Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024. Tiga gelar utama tersebut mengakhiri penantian panjang Argentina sekaligus menjadikan periode Messi sebagai salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Kini muncul pertanyaan besar: siapa yang akan menjadi wajah Argentina berikutnya?
Tidak akan ada pemain yang benar-benar menggantikan Messi. Bahkan, Argentina seharusnya tidak mencoba mencari sosok dengan karakter yang sama. Tantangan terbesar bagi La Albiceleste justru membangun tim baru dengan membagi tanggung jawab kreatif kepada beberapa pemain.
Salah satu nama yang paling menonjol adalah Nico Paz. Gelandang serang Como 1907 itu memiliki kualitas teknik, visi bermain, dan kemampuan menciptakan peluang yang membuatnya dianggap sebagai kandidat paling logis untuk meneruskan peran ikonik nomor 10 Argentina.
Paz kemungkinan tidak akan menjadi “Messi baru”. Sebaliknya, ia bisa menjadi pusat kreativitas Argentina dengan gaya bermainnya sendiri.
Franco Mastantuono juga menawarkan opsi berbeda. Pemain muda tersebut memiliki kemampuan membawa bola, kecepatan, dan gaya bermain yang lebih eksplosif dari area sayap.
Jika keduanya berkembang sesuai harapan, Paz dan Mastantuono berpotensi menjadi duet kreatif baru Argentina. Paz berperan sebagai pengatur serangan, sedangkan Mastantuono memberikan kejutan melalui pergerakan dan aksinya dari area yang lebih lebar.
Namun, Argentina masih memiliki sosok yang sudah teruji: Julian Alvarez.
Penyerang Atletico Madrid tersebut tidak mungkin menggantikan pengaruh Messi secara langsung, tetapi mobilitas, etos kerja, dan naluri mencetak gol membuatnya berpeluang menjadi salah satu pemain senior yang memimpin lini depan Argentina dalam beberapa tahun mendatang.
Lautaro Martinez juga dapat menjadi jembatan penting dalam masa transisi. Namun, dengan usianya yang telah mencapai 29 tahun, penyerang tersebut kemungkinan tidak akan menjadi bagian utama dari proyek jangka panjang hingga 2030-an.
Sementara itu, Claudio Echeverri masih menjadi salah satu tanda tanya. Talenta muda tersebut belum sepenuhnya konsisten di level senior, tetapi potensinya tetap membuatnya layak diperhitungkan.
Pada 2030, Argentina bisa saja memiliki tim yang bertumpu pada Paz, Mastantuono, dan Alvarez, bukan lagi pada satu superstar seperti yang terjadi selama era Messi.
Ujian besar pertama setelah era Messi kemungkinan hadir pada Copa America 2028.
Argentina masih memiliki fondasi kuat untuk langsung memberikan pernyataan. Jika Paz dan Mastantuono terus berkembang, sementara Alvarez semakin matang sebagai pemimpin lini serang, La Albiceleste berpotensi kembali menjadi kandidat juara.
Bukan tidak mungkin Argentina mempertahankan gelar Copa America tanpa Messi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!