Mendag Gaspol Dekati AS, RI Perkuat Koneksi Dagang Global

Rabu, 07 Okt 2026, 23:59 WIB

JAKARTA – Di tengah dinamika ekonomi global, Indonesia menegaskan posisi terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan global. Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) memanfaatkan forum internasional untuk menjaring kemitraan strategis dengan Amerika Serikat (AS).

Komitmen itu disampaikan Mendag Busan saat menjadi pembicara pada 14th Annual US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Selasa (6/10). Di forum tersebut, ia secara khusus mengajak para pelaku usaha AS untuk menjadi buyer di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan digelar 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.

Ket. Foto: Ilustrasi - Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA FOTO/ Aditya Pradana Putra.

“Kami mengundang para pelaku usaha AS untuk ikut pada TEI ke-41 mendatang. Dalam pameran tersebut, pelaku usaha AS dapat mengeksplorasi peluang bersama pelaku usaha Indonesia secara langsung,” kata Mendag Busan.

Menurut Mendag, peningkatan peran kawasan Indo-Pasifik dalam ekonomi global telah menempatkan Indonesia pada posisi strategis sebagai pasar utama sekaligus hub untuk produksi, investasi, dan ekspor. Posisi itu didukung pasar yang terus berkembang, tenaga kerja muda dan produktif, serta sumber daya yang melimpah.

“Perekonomian global saat ini menghadapi berbagai dinamika, tetapi Indonesia akan tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan, sembari terus melakukan reformasi domestik, agar terjadi penguatan industri dan perluasan peluang kerja sama,” tegasnya.

Untuk mengoptimalkan hubungan dengan AS, Mendag menyebut instrumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) sebagai kunci. ART diyakini mampu memperkuat kepastian usaha, meningkatkan akses pasar, dan keterkaitan rantai pasok kedua negara.

“Hubungan perdagangan dan investasi yang kuat dengan AS memberikan peluang yang signifikan bagi pelaku usaha kedua negara. Dalam hal ini, ART menjadi salah satu cara Indonesia mengoptimalkan peluang tersebut,” ujarnya.

Mendag yang didampingi Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Johni Martha itu juga memaparkan tiga program prioritas Kemendag untuk mendukung akselerasi ekonomi nasional: Program Pengamanan Pasar Dalam Negeri untuk memperkuat pasar domestik, Program Perluasan Pasar Ekspor, dan Program Dari Lokal untuk Global untuk membawa UMKM naik kelas.

Tampung Keluhan

Usai forum, Mendag Busan langsung menggelar pertemuan tertutup dengan Kamar Dagang AS di Indonesia (AmCham Indonesia) pada hari yang sama.

Dalam pertemuan itu, Mendag menegaskan komitmen pemerintah meningkatkan layanan perdagangan, terutama percepatan pemenuhan bahan baku industri. Ia menyebut tidak ada masalah di sisi regulasi, yang dibutuhkan adalah komitmen kecepatan pelayanan.

“Kami meminta masukan dunia usaha agar pemerintah dapat mengetahui kebutuhan industri dengan lebih jelas. Kami dorong penggunaan produk dalam negeri apabila kebutuhan industri dapat dipenuhi dari dalam negeri,” katanya.

Isu yang mengemuka dari pelaku usaha AS adalah penerapan ketentuan pemeriksaan halal yang dinilai berpotensi menambah biaya dan waktu pengiriman. Mendag berjanji menampung masukan tersebut dan menyampaikannya kepada pihak terkait.

Selain itu, kedua pihak juga membahas perkembangan perjanjian dagang Indonesia-AS dalam skema ART. Mendag menyebut implementasi perjanjian penting agar manfaatnya segera dirasakan dunia usaha, sambil menunggu perkembangan proses investigasi excess capacity dan terus berkomunikasi dengan perwakilan Pemerintah AS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.