Bukan Sekadar Kebugaran, Berlari Kini Jadi Bagian 'Lifestyle' dan 'Social Culture' Masyarakat Urban
Jumat, 11 Sep 2026, 05:52 WIBJAKARTA - Pegiat olahraga Fanny Ghassani mengatakan olahraga lari makin berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat seiring tumbuhnya komunitas dan kegiatan lari yang menjangkau berbagai kelompok usia serta tingkat kemampuan.
Menurut Fanny, lari kini tidak hanya dilakukan untuk menjaga kebugaran atau mengejar catatan waktu, tetapi juga menjadi aktivitas sosial yang mempertemukan masyarakat dengan minat yang sama.
âSaat ini saya melihat lari sebagai olahraga yang accessible, sehingga semua orang bisa melakukannya. Lari juga sudah menjadi bagian dari lifestyle dan social culture masyarakat,â kata Fanny dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (10/9).
Menurut dia, perkembangan tersebut membuat olahraga tidak lagi semata dipandang sebagai aktivitas menjaga kesehatan, tetapi juga kegiatan yang dapat dinikmati dalam keseharian.
Perkembangan komunitas lari turut menjadi salah satu faktor yang membuat olahraga tersebut semakin mudah diikuti masyarakat.
Perwakilan IM Road Runner (IMRR) Gatot Sudarsono mengatakan komunitas memberikan ruang bagi pelari pemula maupun berpengalaman untuk berlatih dan berbagi pengalaman.
âKomunitas membuat olahraga lari terasa lebih terbuka dan menyenangkan bagi berbagai kalangan,â ujar Gatot.
Namun, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan lari juga perlu dibarengi dengan pemahaman mengenai kesiapan fisik, terutama bagi mereka yang memilih jarak lebih panjang.
Head Emergency MRCCC Siloam Hospitals Semanggi dr. Jane Rosalind mengatakan latihan secara bertahap, pengaturan hidrasi, serta mengenali kondisi tubuh menjadi bagian penting sebelum mengikuti perlombaan.
âMelewati garis finis dengan aman membutuhkan persiapan yang baik, mulai dari latihan bertahap, manajemen hidrasi, hingga memastikan kondisi tubuh dalam keadaan optimal,â kata Jane.
Menurut dia, pelari juga perlu mempertimbangkan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan dan rekomendasi dokter sebelum mengikuti aktivitas dengan intensitas tinggi.
Antusiasme terhadap olahraga lari antara lain terlihat dari penyelenggaraan Crystalin Run Xperience 2026 yang tahun ini diperluas ke Surabaya dan Jakarta.
Ajang di Surabaya pada Juli diikuti sekitar 3.500 peserta, sedangkan seri Jakarta dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober dengan menyediakan kategori 2,5K, 5K, 10K, dan 21K.
Penyelenggara juga berencana membentuk komunitas Crystalin Run sebagai wadah latihan bersama bagi pelari dengan berbagai tingkat pengalaman. Ant
- Healthy Lifestyle
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.