Bulu Tangkis Akan Gim di Angka 15, Apakah Masih Menarik?

Kamis, 08 Okt 2026, 00:58 WIB

JAKARTA -  Mulai Januari tahun depan BWF menentukan sepihak bahwa gim dalam bulu tangkis hanya akan sampai di angka 15. Pertanyaannya, apakah olahraga ini masih menarik? Sebab baru mulai berlaga, tahu-tahu sudah selesai. Padahal biasanya, laga baru mulai seru di angka 15. Pemain juga belum terlalu panas di lapangan, tahu-tahu sudah gim.

PP PBSI mulai mengantisipasi perubahan peta persaingan bulu tangkis dunia menyusul penerapan sistem skor 15 poin yang akan berlaku mulai 4 Januari 2027. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan perubahan sistem skor berpotensi memengaruhi pola permainan, terutama pada periode awal ketika pemain dan pelatih masih beradaptasi.

Ket. Foto: Andalan Indonesia — Sumber: ist

“Dengan perubahan ini persaingan bergeser di awal laga. Ini yang kami antisipasi,” kata Eng Hian di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu. BWF telah mengesahkan sistem tiga gim dengan masing-masing gim dimainkan hingga 15 poin untuk menggantikan format 21 poin. Sistem baru tersebut mulai berlaku pada 4 Januari 2027.

Eng Hian mengatakan PBSI perlu mencari bentuk latihan dan strategi yang paling sesuai karena kebutuhan setiap sektor tidak selalu sama. “Tentunya kami harus bisa beradaptasi. Bagaimana kami mengadaptasi dengan sistem 15 poin ini? Apa yang harus lebih difokuskan? Kami juga sama-sama belum tahu karena tiap sektor pasti berbeda-beda kebutuhannya,” ujar Eng Hian.

Menurut dia, salah satu perubahan paling terasa adalah durasi pertandingan yang menjadi lebih cepat sehingga setiap poin makin bernilai. Hal tersebut membuat akurasi pukulan dan kemampuan pemain meminimalkan kesalahan menjadi semakin penting.

“Kalau dilihat secara global, sistem 15 poin tentu akan lebih cepat. Kemudian akurasi pukulan harus lebih ditingkatkan lagi. Karena pada saat terjadi kesalahan atau mati, perolehan poin akan semakin pendek,” katanya. Eng Hian memperkirakan persaingan pada masa awal penerapan sistem baru lebih sulit diprediksi karena setiap negara masih menjalani proses adaptasi. PBSI akan memanfaatkan periode tersebut untuk terus mengevaluasi program latihan sebelum memasuki periode kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 yang menjadi sasaran utama.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.