Tembus Ratusan Miliar, Kemenhub Bakal Bangun Terminal Barang Internasional di Perbatasan Malaysia

Minggu, 20 Sep 2026, 17:10 WIB

BENGKAYANG - Pemerintah Kabupaten Bengkayang menyatakan pembangunan Terminal Barang Internasional (TBI) di Kawasan Perbatasan Jagoi Babang telah resmi masuk dalam rencana strategis Kementerian Perhubungan untuk mulai dikerjakan pada 2029, Minggu (20/9).

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis di Bengkayang, Minggu, mengatakan dengan keberadaan terminal tersebut nantinya aktivitas ekspor dan impor barang dilakukan melalui Kawasan Perbatasan Jagoi Babang secara lebih terintegrasi.

Ket. Foto: Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis (tengah). — Sumber: ANTARA/Narwati

"Pada 2029 di Jagoi Babang dibangun TBI, terminal barang internasional yang sudah masuk renstra Kementerian Perhubungan di 2029. Nanti semua ekspor-impor barang itu bisa dilakukan di PLBN Jagoi Babang," kata Bupati.

Ia mengatakan aktivitas ekspor melalui PLBN Jagoi Babang saat ini sudah berjalan dan nilai perdagangan yang dikirim melalui pintu perbatasan RI dengan Malaysia tersebut telah mencapai ratusan miliar rupiah.

"Sementara ekspor kita sudah berjalan dengan baik, ya, ratusan miliar sudah bisa ekspor melalui pintu PLBN Jagoi Babang," ujarnya.

Namun, menurut dia, aktivitas impor melalui Jagoi Babang belum dapat dilakukan secara optimal karena masih menunggu kesiapan fasilitas Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) di Serikin, Sarawak, Malaysia.

Karena itu, Pemkab Bengkayang mendorong adanya fasilitas CIQS yang lengkap di sisi Malaysia untuk mendukung kelancaran arus barang dan manusia antara kedua negara.

"Kami usul ke pemerintah pusat melalui kementerian di negeri jiran agar pihak Malaysia membangun PLBN yang ada CIQS lengkap, supaya ke depan arus barang, arus manusia juga bisa berjalan dengan baik," katanya.

Sebastianus mengatakan penguatan infrastruktur perbatasan di kedua sisi akan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di kawasan Jagoi Babang dan wilayah sekitarnya.

Selain perdagangan, peningkatan konektivitas perbatasan juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pariwisata. Wisatawan mancanegara yang masuk melalui Sarawak, kata dia, berpeluang melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata di Kalimantan Barat maupun daerah lain di Indonesia.

"Jadi itu menjadi salah satu destinasi wisatawan dari Malaysia. Wisatawan-wisatawan mancanegara masuk ke Kuching, dia akan lewat pintu Jagoi Babang untuk berkunjung di destinasi-destinasi wisata di Kalimantan Barat maupun wilayah Indonesia lainnya," ujarnya.

Menurut dia, kelancaran arus perdagangan dan mobilitas orang melalui perbatasan dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah.

"Juga ada pertumbuhan ekonomi, saya yakin pesat sekali pertumbuhan ekonomi," katanya.

Dia berharap pembangunan TBI dan penguatan fasilitas perbatasan di kedua negara dapat memperkuat posisi Jagoi Babang sebagai salah satu pintu perdagangan internasional Kalimantan Barat.

  • kalbar
  • bupati bengkayang
  • terminal barang internasional
  • jagoi babang
  • plbn jagoi babang

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.