- Home
-
- Luar Negeri
-
- Presiden Trump Klaim Alira...
Presiden Trump Klaim Aliran Minyak Selat Hormuz Pulih
Kamis, 08 Okt 2026, 01:00 WIBWashington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim aliran minyak yang dikapalkan melalui Selat Hormuz telah pulih sepenuhnya dan bahkan melampaui tingkat sebelum perang dengan Iran pecah.
"Jutaan barel minyak telah dialirkan hanya dalam beberapa hari terakhir," kata Trump kepada wartawan, Selasa (6/10).
"Kita dapat melihatnya mengalir pada taraf yang setara atau bahkan melampaui jumlah sebelum perang," tambahnya.
Perang antara AS dan Iran pecah setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah titik di Timur Tengah.
Pada pertengahan Juni 2026, Teheran dan Washington sempat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan. Namun, pertempuran kembali pecah tak lama kemudian dan konflik hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Eskalasi konflik tersebut secara efektif menghentikan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur utama pasokan minyak, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) dunia.
Pertukaran Pesan
Di tengah konflik yang masih berlangsung, Qatar pada Selasa, menyatakan bahwa negosiasi dan pertukaran pesan antara AS dan Iran terus berlangsung melalui Doha dan sejumlah mitra regional.
Direktur Departemen Media dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri Qatar Ibrahim bin Sultan Al-Hashimi mengatakan Doha tidak dapat mengungkapkan rincian pertukaran diplomatik tersebut, tetapi mengonfirmasi bahwa proses perundingan masih berlangsung.
"Skala konflik ini dan besarnya harga yang harus dibayar oleh seluruh dunia menuntut kami untuk mengerahkan upaya terbaik guna segera mengakhirinya melalui solusi yang dapat dinegosiasikan di meja perundingan," ujar Al-Hashimi dalam konferensi pers mingguan.
Ia mengatakan pembicaraan tersebut turut mempertimbangkan kekhawatiran berbagai pihak, meski tidak menjelaskan secara rinci persoalan yang dibahas.
Al-Hashimi menegaskan proses mediasi antara Washington dan Teheran "terus berlangsung dan tidak berhenti". Menurut dia, kontak dan kunjungan antara kedua pihak juga masih dilakukan sebagai bagian dari upaya mencapai kemajuan dalam perundingan.
Salah satu kontak tersebut berlangsung melalui kunjungan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni ke Doha.
âKontak dan kunjungan terus berlangsung dengan tujuan mencapai kemajuan yang dapat menjadi landasan antara Washington dan Teheran,â kata Al-Hashimi.
âPembicaraan terus berlangsung, terjadi pertukaran pesan antara Washington dan Teheran, dan Qatar menjadi mediator antara kedua pihak,â ujarnya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kebakaran TPA Galuga Bogor Belum Sepenuhnya Padam, Asap Masih Mengepul dari Sejumlah Titik
-
Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta 19 September, Ini Lokasi dan Jadwalnya
-
Samsat Keliling Hari Ini Tersebar di Jadetabek, Hanya untuk Bayar PKB Tahunan!
-
TNI Diharapkan Makin Profesional
-
AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.